
KOTA MALANG – malangpagi.com
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengukuhkan 60 relawan yang tergabung dalam Ngalam Solidarity Rescue (NSR), bertempat di Lapangan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Minggu (28/12/2025).
Ali Muthohirin menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara relawan NSR dan BPBD Kota Malang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
“Tadi pelatihan tahap awal sudah diberikan dan para relawan sudah menguasai dasar-dasar penanganan kebencanaan. Mereka siap diterjunkan untuk penanganan banjir maupun penanganan pertama saat bencana,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, 60 relawan yang dikukuhkan saat ini merupakan tahap awal. Ke depan, NSR akan diperluas hingga ke seluruh kecamatan, bahkan ditargetkan menjangkau tingkat kelurahan di Kota Malang.
“Ini relawan untuk Kota Malang. Informasinya, teman-teman NSR akan memperluas relawan di tiap kecamatan, bahkan sampai kelurahan. Harapannya bisa berkolaborasi dengan relawan kebencanaan lainnya dan BPBD dalam menanggulangi bencana,” jelasnya.
Menurut Ali, peran relawan tidak hanya dibutuhkan saat bencana terjadi, tetapi juga pada masa mitigasi. Ia berharap relawan NSR turut aktif dalam kegiatan sosial seperti membersihkan sungai dan selokan sebagai upaya pencegahan bencana.
“Relawan tidak hanya bergerak saat bencana, tapi juga saat tidak ada bencana. Mitigasi seperti membersihkan sungai dan selokan itu menjadi tanggung jawab NSR juga. Kami (Pemkot Malang) siap mendukung, memfasilitasi, dan melatih,” ucapnya.
Ia juga menyoroti tingginya potensi bencana di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Sumatra. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan semua pihak, termasuk relawan kebencanaan.
“Ini gerakan sosial dan kemanusiaan. Di tengah bencana yang sering tidak terprediksi, tanggung jawab kita bersama adalah kesiapsiagaan dan kepedulian. Semakin banyak relawan, semakin ringan beban kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Ngalam Solidarity Rescue, Muhammad Syifaul Khoiri mengatakan bahwa 60 relawan yang dikukuhkan berasal dari lima kecamatan di Kota Malang.
“Yang dikukuhkan hari ini ada 60 orang. Sebagian sudah pernah ikut pelatihan dan sebagian besar merupakan relawan baru. Ada sekitar 10 sampai 12 orang yang senior, kami ajak bergabung agar adaptasi kami tidak lambat,” jelas Syifaul.
Ia menyebutkan, persiapan pembentukan NSR telah dilakukan sejak awal Desember 2025. Hingga kini, lanjutnya, penjaringan relawan masih terus dibuka dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas dan koordinasi.
“Upgrade kemampuan itu lebih penting daripada menambah anggota. Jangan sampai saat dibutuhkan, kami belum siap secara koordinasi dan justru menjadi korban,” tegasnya. (YD)














