
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang memastikan target kunjungan wisata tahun 2025 sebanyak 3,3 juta wisatawan telah tercapai. Capaian tersebut didorong oleh melonjaknya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan, terutama kawasan Kayutangan Heritage.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menyampaikan bahwa tren kunjungan wisata menunjukkan peningkatan signifikan sejak akhir November hingga puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Di kawasan Kayutangan Heritage, jumlah wisatawan bahkan tercatat menembus angka 5.000 orang per hari.
“Berdasarkan realisasi akhir November dan perhitungan selama libur Natal, kunjungan ke Kayutangan bisa mencapai lebih dari 5.000 orang per hari. Dengan capaian tersebut, kami optimistis target 3,3 juta kunjungan wisata tahun 2025 telah terpenuhi,” ujar Baihaqi, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun 2024, lonjakan kunjungan wisata ke Kayutangan Heritage mengalami peningkatan hingga 100 persen. Selama periode Natal dan Tahun Baru, jumlah wisatawan berada di kisaran 3.000 hingga 5.000 orang setiap harinya.
Peningkatan kunjungan tidak hanya terjadi di Kayutangan Heritage, namun juga secara akumulatif di seluruh destinasi wisata Kota Malang selama momen Nataru.
“Pada periode Nataru 2024, jumlah wisatawan di Kota Malang tercatat sekitar 32 ribu orang, sedangkan pada Nataru 2025/2026 melonjak menjadi sekitar 58 ribu pengunjung,” jelasnya.
Menurut Baihaqi, tingginya animo wisatawan tidak terlepas dari semakin dikenalnya Kayutangan Heritage di tingkat nasional. Popularitas tersebut diperkuat dengan keberhasilan meraih penghargaan Wonderful Indonesia Award, yang mengungguli ratusan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari berbagai daerah di Indonesia.
“Penghargaan ini menjadi daya tarik tersendiri. Banyak daerah yang datang untuk studi banding dan menjadikan pengelolaan Kampung Kayutangan sebagai referensi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati mengungkapkan bahwa pada puncak malam pergantian tahun, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sekitar 3.500 orang. Data tersebut diperoleh dari rekapitulasi lima loket pintu masuk kawasan wisata.
Ia menyebut, rekor kunjungan tertinggi selama libur akhir tahun terjadi pada 27 Desember 2025, dengan jumlah wisatawan mencapai 5.500 orang dalam satu hari.
“Penghitungan kami lakukan mulai 13 Desember hingga 4 Januari. Rata-rata kunjungan harian sekitar 3.000 orang. Dalam empat hari bisa mencapai 25 ribu pengunjung, dan dalam sepekan bisa menembus 50 ribu,” jelas Mila.
Mila mengatakan bahwa capaian kunjungan sepanjang tahun 2025 menjadi yang tertinggi sejak Kampung Kayutangan dikelola sebagai destinasi wisata. Jika pada 2024 total kunjungan tercatat sekitar 14 ribu orang, maka pada 2025 hingga 27 Desember saja jumlahnya sudah mencapai 28 ribu wisatawan.
“Ini merupakan angka kunjungan tertinggi sepanjang kami membuka dan mengelola Kampung Kayutangan,” ujarnya.
Meski tidak menetapkan target khusus ke depan, Pokdarwis Kayutangan tetap fokus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan.
“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas seperti toilet, musala, serta kenyamanan pengunjung. Harapannya, sejak masuk hingga keluar kawasan wisata, pengunjung mendapatkan pengalaman yang berkesan,” pungkasnya. (YD)














