
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memperkuat penanganan sampah seiring masih banyaknya aduan masyarakat, terutama terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di tepi jalan kawasan padat.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan persoalan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kenyamanan warga.
“Kami menerima banyak laporan terkait TPS di pinggir jalan yang perlu segera dibenahi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Ali, TPS di tepi jalan kerap menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari gangguan visual hingga kemacetan lalu lintas. Ia menjelaskan, beberapa lokasi seperti TPS Borobudur, Sumbersari, Merjosari, dan Muharto menjadi prioritas utama penanganan.
“Di beberapa titik itu memang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Selain mengganggu pemandangan, itu juga menimbulkan bau tidak sedap dan memperparah kemacetan. Makanya harus segera ditangani” jelasnya.
Berdasarkan hasil kajian, Pemkot Malang menilai perlu dilakukan relokasi terhadap sejumlah TPS yang dinilai tidak lagi representatif. Saat ini, koordinasi lintas sektor tengah dilakukan untuk merumuskan langkah penataan yang lebih komprehensif.
“Kami sedang menyusun skema penataan yang tepat, termasuk kemungkinan relokasi TPS agar lebih sesuai,” katanya.
Selain itu, Pemkot juga mulai mengatur ulang jadwal pengangkutan sampah agar tidak berbarengan dengan jam sibuk lalu lintas. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban jalan sekaligus menjaga kebersihan kota sejak pagi hari.
“Pengangkutan akan diupayakan sebelum pukul 07.00 atau setelah jam padat, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.
Pengaturan tidak hanya dilakukan pada armada pengangkut, tetapi juga pada jadwal pembuangan sampah dari lingkungan warga. Ali menilai, peran RT/RW penting dalam mengatur ritme pembuangan agar tidak terjadi penumpukan di waktu yang sama.
“Gerobak sampah dari lingkungan harus diatur waktunya supaya tidak bersamaan di jam padat yang bisa memicu bau dan penumpukan,” tuturnya.
Di sisi lain, perbaikan juga akan menyasar kondisi armada pengangkut sampah yang dinilai masih belum optimal. Sejumlah truk yang terbuka dan mengalami kerusakan akan dibenahi untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
“Kami akui masih ada armada yang kurang layak, sehingga perlu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Untuk mendukung berbagai upaya tersebut, Pemkot Malang berencana mengoptimalkan retribusi sampah sebagai sumber pendanaan. Selain itu, pengembangan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga terus didorong dengan memanfaatkan aset daerah yang tersedia.
“Kami akan menambah TPS 3R dengan memanfaatkan aset yang ada, karena pengelolaan sampah ini menjadi prioritas dan harus diselesaikan,” pungkasnya. (YD)












