
KOTA MALANG – malangpagi.com
Polresta Malang Kota memperkuat langkah mitigasi potensi banjir menjelang musim hujan dengan terlibat langsung dalam kegiatan Susur Sungai Bango Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).
Tak sekadar menyusuri aliran sungai, kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Malang Kota membangun kolaborasi lintas sektor untuk memantau kondisi sungai, mencegah penumpukan sampah, serta mengantisipasi potensi gangguan akibat meningkatnya debit air.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. mengatakan, sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi aliran sungai yang tidak terjaga dapat memicu persoalan serius, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga sumber air dan kebersihan sungai, sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim hujan,” ujar Danang.
Kegiatan Susur Sungai Bango dimulai dari kawasan Perum Jasa Tirta I SPAM Bango, Jalan Simpang Sulfat Utara. Para peserta kemudian menyusuri kawasan Sungai Kali Sari Mangliawan yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang sisi timur hingga Jembatan Jalan Ranugrati, Sawojajar.
Menurut Danang, persoalan sampah menjadi salah satu ancaman yang harus diantisipasi bersama. Sampah yang menumpuk di aliran sungai berpotensi menyumbat jalur air dan memperbesar risiko terjadinya banjir ketika curah hujan meningkat.
Karena itu, Polresta Malang Kota juga menggerakkan peran jajaran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pencegahan sejak dari tingkat masyarakat. Selain memberikan edukasi, personel di lapangan turut memasang banner berisi imbauan larangan membuang sampah ke sungai.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Malang Kota membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga.
Danang menegaskan, Polresta Malang Kota siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam melakukan mitigasi terhadap sungai-sungai yang melintas di wilayah Kota Malang.
“Polresta Malang Kota siap bersinergi dalam mitigasi sungai yang melintas, mengingat Kota Malang dilewati aliran Sungai Brantas, baik dari Kota Batu maupun wilayah Kabupaten Malang sisi utara,” tegasnya.
Menurutnya, karakteristik Kota Malang yang dilintasi sejumlah aliran sungai membutuhkan perhatian bersama. Perubahan cuaca dan meningkatnya debit air harus diantisipasi melalui langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini.
Usai melepas peserta Susur Sungai Bango, Kombes Pol Danang bersama sejumlah pejabat terkait turut melakukan pengecekan di kawasan DAM yang berfungsi mengatur pembagian aliran air pada SPAM Sungai Bango.
Pengecekan dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas dan lingkungan di sekitar sistem pengelolaan air yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Brantas I, Arief Satria Marsudi, mengatakan SPAM Bango merupakan salah satu fasilitas penting dalam penyediaan air bagi masyarakat.
“Susur sungai ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan di sekitar SPAM Bango,” kata Arief.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Danramil 0833-03/Blimbing, Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, perwakilan Lanal Malang, personel Polres Malang, BPBD Kota Malang, PMI Kota Malang, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Melalui kegiatan Susur Sungai Bango 2026, Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam mitigasi lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap kondisi sungai, mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sekaligus meminimalkan risiko banjir saat musim hujan tiba. (YD)












