
KOTA MALANG – malangpagi.com
Polresta Malang Kota mengerahkan 463 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian aspirasi Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jumat (28/8/2026).
Pengamanan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi aksi yang diikuti sekitar 500 orang dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat. Polisi memastikan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga.
Aksi dijadwalkan berlangsung di sekitar Monumen Lokomotif Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, mulai pukul 14.00 WIB. Sebelum bergerak ke lokasi utama, massa terlebih dahulu berkumpul di Alun-Alun Merdeka Kota Malang.
Sejumlah tuntutan akan disuarakan dalam aksi tersebut. Di antaranya penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, serta evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merugikan masyarakat.
Massa juga membawa tuntutan terkait percepatan penanganan bencana dan pemenuhan keadilan bagi korban, hingga mendesak pemerintah dan DPR mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib.
“Memang benar, hari ini akan dilaksanakan penyampaian aspirasi dari elemen gabungan mahasiswa dan masyarakat. Sesuai arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, kami memberikan pelayanan dan pengamanan agar aspirasi dapat disampaikan dengan tertib,” ujar Lukman, Jumat (28/8/2026).
Menurut Lukman, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi memimpin langsung apel gelar pasukan pengamanan di Balai Kota Malang.
Dari total 463 personel yang disiapkan, sebanyak 288 merupakan personel Polresta Malang Kota, 10 personel Kodim 0833, 20 personel Satpol PP, lima personel Damkar, masing-masing 10 personel dari Dishub dan Dinkes, serta 120 personel Brimob sebagai kekuatan pendukung.
Selain personel, kepolisian juga menyiapkan sejumlah kendaraan pendukung untuk mengantisipasi perubahan situasi dan membantu penguraian massa apabila diperlukan.
Lukman menegaskan, seluruh personel telah diarahkan mengutamakan pendekatan persuasif, humanis dan profesional. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada peserta aksi, tetapi juga untuk melindungi masyarakat serta menjaga aktivitas di sekitar kawasan Kayutangan Heritage.
“Kami menyiapkan personel dan sarana pendukung sebagai langkah antisipasi. Apabila terdapat perubahan eskalasi situasi, seluruh unsur pengamanan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Polresta Malang Kota juga mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Massa diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan, merusak fasilitas umum, maupun mengganggu hak masyarakat lain dalam beraktivitas.
“Seluruh personel mengedepankan langkah persuasif dan humanis. Kami berharap aspirasi disampaikan secara damai, tertib dan bersama-sama menjaga situasi Kota Malang tetap kondusif,” tandas Lukman. (YD)












