
KOTA MALANG – malangpagi.com
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan delapan provinsi terdampak kasus super flu, dengan tiga provinsi mencatat jumlah kasus tertinggi yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Di Jawa Timur, tercatat sebanyak 23 kasus super flu telah ditemukan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus super flu di wilayah Kota Malang.
“Sampai saat ini masih belum ada laporan, baik suspek maupun konfirmasi gejala super flu di Kota Malang,” ujar dr. Husnul, Selasa (6/1/2026).
Meski demikian, dr. Husnul mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif dan kesiapsiagaan. Dinkes Kota Malang terus memantau perkembangan informasi dan potensi kasus super flu, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa, karena arahan tertulis maupun arahan khusus dari Dinkes Provinsi Jawa Timur masih belum ada,” jelasnya.
Husnul mengimbau seluruh tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun posyandu, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Apabila ditemukan masyarakat dengan gejala awal yang mengarah pada super flu, tenaga medis diminta segera melakukan rujukan ke rumah sakit,” tuturnya.
Sebagai langkah kesiapan, dr. Husnul menyampaikan bahwa sumber daya kesehatan di Kota Malang telah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan munculnya kasus super flu.
“Karena kita sudah belajar saat masa pandemi Covid-19, teman-teman tenaga medis sudah memiliki banyak pengalaman. Sehingga baik tenaga medis maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan RSUD Kota Malang sudah siap,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Husnul menjelaskan, super flu merupakan mutasi virus influenza dari H3 menjadi H3N2.
“Secara klinis, gejalanya mirip dengan flu biasa, namun tingkat keparahannya lebih tinggi,” terangnya.
Untuk mencegah penyebaran super flu, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bingung dan tidak panik dengan adanya super flu ini,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Kami menyarankan, jika beraktivitas di luar rumah diharapkan memakai masker serta mengonsumsi makanan yang bergizi,” pungkasnya. (Dik/YD)














