
KABUPATEN MALANG – malangpagi.com
Festival Kampung Cempluk ke-12 yang dihelat selama sepekan (18–24 September 2022) berlangsung sukses dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Perguruan tinggi swasta terakreditasi A itu memilih Kampung Cempluk sebagai sasaran program Modul Nusantara.
“Modul Nusantara adalah sebuah program pertukaran mahasiswa yang merupakan satu dari delapan aktivitas Kampus Merdeka, di mana di UMM membawahi 47 mahasiswa yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Mereka akan mempelajari aspek sosial budaya, adat istiadat, serta merefleksikan pengalaman kegiatan kebinekaan dan inspirasi di daerah yang dituju,” jelas dosen Modul Nusantara Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, Dyah Worowirastri Ekowati, saat ditemui Malang Pagi di Omah Kopi Kampung Cempluk, Sabtu (24/9/2022).
Wanita berhijab tersebut menerangkan, sebelum mahasiswa datang, pihaknya sudah merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian menginisiasi apa yang akan dikenalkan dalam Modul Nusantara. “Jadi saat mahasiswa datang, mereka dapat belajar dan mengupas potensi di Malang dan Jawa Timur. Salah satunya di Kampung Cempluk, yang merupakan sebuah mutiara terpendam. Banyak hal yang ditonjolkan di kampung ini,” papar Dyah
Pihaknya juga menyoroti pertumbuhan UMKM di Kampung Cempluk. “Saat Festival Kampung Cempluk ke-12 berlangsung, banyak sekali yang dijual, dan tentu saja motornya adalah UMKM,” terangnya.

Keunikan dan kekhasan berbagai produk UMKM yang ditawarkan dalam festival ini, menurut Dyah menjadi daya tarik tersendiri bagi perhelatan Festival kampung Cempluk ke-12. “Jadi saya pikir Kampung Cempluk tidak menggerakkan seni dan budaya semata, tetapi semua sendi. Justru inilah pendidikan yang tidak ada di bangku sekolah, dan dapat diimplementasikan langsung di dunia nyata,” jelasnya.
Dirinya berharap Kampung Cempluk menjadi contoh konkret, tentang bagaimana menggerakkan sebuah kampung biasa menjadi sesuatu yang bernilai. Sehingga inspirasi tersebut dapat dibawa para mahasiswa program Modul Nusantara ke daerah asal mereka.
Ditemui di tempat yang sama, penggagas Kampung Cempluk, Redy Eko Prasetyo menyambut baik program Modul Nusantara yang menyasar kampung yang terletak di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang itu.
“Ada sejumlah perguruan tinggi mengunjungi Kampung Cempluk. Ada UMM, Unitri (Universitas Tribuana Tunggaldewi), serta ABM (STIE Malangkucecwara Malang). Di antaranya, mereka mendatangi kampung-kampung tematik dalam rangka program Modul Nusantara. Kebetulan ada event di Kampung Cempluk ini, sehingga mahasiswa berkesempatan belajar mengenai sosial, budaya, dan adat-istiadat,” beber Redy.
Melalui program Modul Nusantara, pria berambut gondrong tersebut berharap terjadi sinergi antara kampung dan kampus. Bagaimana kampung dapat menjadi hamparan pengetahuan dan tidak menjadi sebuah menara gading. “Ini yang mulai kami komunikasi dan formulasikan. Sehingga masyarakat sekitar kampus melihat mahasiswa tidak hanya dari sisi ekonomi, dengan memandang mahasiswa adalah omzet dan kampus adalah investasi,” tandas Redy. (Har/MAS)














