Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Larung Sesajen Dua Kepala Kerbau di Pantai Ngliyep

Kegiatan Larung Sesajen ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan budaya, yang mengusung tema "Manusuk Sima Samudera Mantana".

by Red
10 Agustus 2022
in Kabupaten Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

(Foto: DK99/MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Menyambut Tahun Baru Saka 1956, masyarakat pecinta dan pelestari budaya Nusantara menyelenggarakan Larung Sesajen berupa kepala kerbau di Gunung Kombang, Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang, pada Selasa malam (9/8/2022). Ritual ini merupakan bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan yang Maha Esa.

Prosesi ritual ini turut dihadiri budayawan, tokoh spiritual dan supranatural, serta masyarakat pecinta budaya. Kegiatan Larung Sesajen ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan budaya, yang mengusung tema “Manusuk Sima Samudera Mantana”.

“Rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Saka 1959 ini diawali dengan Larung Sesajen berupa kepala kerbau. Selanjutnya akan dilakukan kirab pusaka dan gunungan, serta pergelaran Ringgit Purwa pada Kamis (11/8/2022),” jelas Ki Jati Supriyanto selaku penyelenggara.

(Foto: DK99/MP)

Pria yang lebih akrab disapa Mbah Pri tersebut kemudian menjelaskan, maksud dari tema “Manusuk Sima Samudera Mantana” adalah sebuah hadiah yang sangat luar biasa bagi Desa Sima, yaitu peletakan batu pertama berdirinya sebuah candi.

Baca Juga :

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

29 Agustus 2026
Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

28 Agustus 2026
Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

28 Agustus 2026
Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

27 Agustus 2026
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polresta Malang Kota Ungkap 45 Kasus

26 Agustus 2026
Load More

Di mana dikisahkan gunung Mahameru dibawa oleh resi kura-kura, yang diikat di bawah ekor Naga Sentosa (Pratama). Merujuk dari kisah ini, diyakini bahwa Nusantara akan bangkit dan berdiri tegak. “Mudah-mudahan Nusantara akan menjadi sesembahan sewu negara. Untuk mewujudkannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Tentu butuh proses sangat luar biasa. Terjadi pergolakan dan gonjang-ganjing, sesuai sabda para leluhur. Bahkan nanti akan terjadi Perang Dunia Ketiga, hingga munculnya Satrio Piningit,” terang Mbah Pri.

Dirinya pun menyebutkan, syarat utama Larung Sesajen kepala kerbau antara lain adalah ugo rampe, ucok bakal, tumpeng, dan beraneka bunga (telon, setaman, pancawarna). Untuk ucok bakal ada dua jenis. Yang untuk dilarung dilengkapi dengan pisang dan kelapa. Selain itu juga ada jenang suro.

(Foto: DK99/MP)

“Kepala kerbau maupun sesajen lainnya sangat bermanfaat bagi makhluk hidup, terutama yang hidup di tanah maupun air. Sebagai wujud syukur indahnya berbagi kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, untuk keselerasan alam,” tutup Mbah Pri.

Di kesempatan yang sama, Sutarno yang berasal dari padepokan Sukorini Semarang mengapresiasi kegiatan ritual budaya ini. Menurutnya, doa-doa saat menyampaikan sesaji adalah permohonan sekaligus harapan bagi bangsa Indonesia, agar dapat kembali ke zaman kejayaan, seperti era Majapahit dulu.

“Untuk mengembalikan kejayaan seperti era Majapahit, peran generasi penerus sangatlah penting. Salah satunya yakni menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur,” tandasnya. (DK99/MAS)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Eksekusi Lelang Tanah Warga Pakis Tersendat, ATR/BPN Kabupaten Malang Disorot

Eksekusi Lelang Tanah Warga Pakis Tersendat, ATR/BPN Kabupaten Malang Disorot

24 Agustus 2026

...

Replika Masjid Nabawi Hampir Rampung, Kampung Madinah Bersiap Jadi Ikon Wisata Religi Kota Malang

Replika Masjid Nabawi Hampir Rampung, Kampung Madinah Bersiap Jadi Ikon Wisata Religi Kota Malang

9 Agustus 2026

...

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

29 Juli 2026

...

Putusan Inkrah, PN Kepanjen Eksekusi Lahan Sengketa Seluas 2.817 Meter Persegi di Karangduren Pakisaji

Putusan Inkrah, PN Kepanjen Eksekusi Lahan Sengketa Seluas 2.817 Meter Persegi di Karangduren Pakisaji

24 Juli 2026

...

LPG 3 Kg Banyak Diburu Jelang Libur Sekolah, Distribusi di Malang Raya Tetap Lancar

LPG 3 Kg Banyak Diburu Jelang Libur Sekolah, Distribusi di Malang Raya Tetap Lancar

12 Juni 2026

...

Ramai di Media Sosial, Polisi Pastikan Tak Ada Laporan Pocong Abal-Abal di Malang

Ramai di Media Sosial, Polisi Pastikan Tak Ada Laporan Pocong Abal-Abal di Malang

23 Mei 2026

...

Puluhan Wisatawan Positif Narkoba Usai Insiden Pantai Wediawu

Puluhan Wisatawan Positif Narkoba Usai Insiden Pantai Wediawu

6 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Kurangi Sampah dari Hulu, Sutiaji Minta Kesadaran Masyarakat

Kurangi Sampah dari Hulu, Sutiaji Minta Kesadaran Masyarakat

Kampung Selorejo, Kenalkan Sejarah Lewat Kuliner Tempo Dulu

Kampung Selorejo, Kenalkan Sejarah Lewat Kuliner Tempo Dulu

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin