Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Penggunaan Batu Andesit Untuk Konstruksi Pengerasan Jalan, Apakah Tepat?

Konstruksi sejenis di seputar Monumen Chairil Anwar Kayutangan Malang mengalami kerusakan parah, dan membahayakan pengendara yang melintas.

by Red
19 Desember 2020
in Kota Malang
Bagikan Berita

Kondisi jalan batu andesit di seputar Monumen Chairil Anwar kayutangan, Kota Malang. (Foto: MAS/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Seperti yang diketahui bersama, konstruksi pengerasan jalan di kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang menggunakan bahan baku batu andesit untuk lapisan luarnya.

Namun, apakah batu jenis ini sebenarnya cocok digunakan untuk kostruksi pengerasan jalan, terutama di jalanan dengan lalu lintas yang padat?

Jika saat ini kita menilik konstruksi serupa yang juga berada di kawasan Kayutangan, tepatnya di seputar Monumen Chairil Anwar, maka kita akan menemukan tatanan batu andesit di sana mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu penguna jalan yang melintasinya.

Iwan (34), seorang pengemudi ojek daring menuturkan, dirinya selalu merasa khawatir saat melintas di kawasan itu. Lagipula, mau tidak mau Ia harus melewati jalan tersebut akibat pengalihan arus akibat pengerjaan proyek Kayutangan Heritage.

Baca Juga :

Kembali Ditemukan Mayat di Kota Malang, Begini Kronologinya

Kembali Ditemukan Mayat di Kota Malang, Begini Kronologinya

7 Mei 2024

Memasuki Pelaksanan UTBK 2024, Tingkat Kehadiran Peserta di Universitas Brawijaya Hampir 100 Persen

7 Mei 2024
Universitas Widyagama Malang Raih Hibah Pendanaan Kemdikbudristek 2024

Universitas Widyagama Malang Raih Hibah Pendanaan Kemdikbudristek 2024

7 Mei 2024
Peringati Dies Natalis ke-53, 1000 Peserta Meriahkan Fun Walk UWG

Peringati Dies Natalis ke-53, 1000 Peserta Meriahkan Fun Walk UWG

5 Mei 2024
Kepala Deputi BI Jatim Munculkan Inovasi Baru untuk Tekan Inflasi

Kepala Deputi BI Jatim Munculkan Inovasi Baru untuk Tekan Inflasi

2 Mei 2024
Load More

“Kondisi jalannya sangat berbahaya. Terutama bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Berisiko sekali jatuh, karena banyaknya batu yang renggang dan lepas. Ditambah di musim penghujan seperti saat ini, kontur batu membuat jalanan sangat licin,” keluhnya kepada Malang Pagi, Sabtu (19/12/2020).

Kondisi jalan batu andesit di seputar Monumen Chairil Anwar kayutangan, Kota Malang. (Foto: MAS/MP)

Saat disinggung mengenai penggunaan dan daya tahan batu andesit untuk peruntukan di jalan raya, Lead City Level National Slump Upgrading Program (NUSP) untuk Kota Malang, Ir. Alif Riwidya menjelaskan, bahwa untuk penggunaan batu andesit ini belum ada aturan perundang-undangan yang mengatur pemanfaatannya sebagai konstruksi pengerasan jalan.

“Tapi penggunaan batu andesit sebagai konstruksi estetika jalan sering dipakai di mana-mana, minimal sebagai lahan parkir,” ujar Alif saat ditemui usai melakukan uji kelayakan jalan kawasan Kayutangan Heritage, Sabtu (19/12/2020).

“Perbandingan kami minimal Titik Nol Kilometer Jogja, Kepatihan, lahan parkir Gubernuran DIY, dan Jalan Braga Bandung. Belajar dari situ kami ciptakan konstruksi di Kayutangan ini,” lanjut pengawas proyek Kayutangan Heritage itu.

Alif juga menyebutkan, penggunaan batu andesit sejatinya bukan merupakan bagian dari konstruksi. Ia mengistilahkan penggunaannya hanyalah sebagai dressing layer.

Selain itu, pihaknya juga mengaku harus berhati-hati, karena batu-batu andesit tersebut didatangkan dari jauh, yakni dari Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.

“Batu tersebut didatangkan dengan ukuran yang sama dengan yang dipasang di zona 3 (sekitar Monumen Chairil Anwar Kayutangan). Tebalnya sama-sama 6 cm, dan ukuran bidangnya 20×20 cm,” pungkasnya.

Batu andesit di Jalan Braga Bandung mengalami kerusakan, September 2014. (Foto: Tribun Jabar/Gani Kurniawan)
Batu andesit di akses masuk kawasan Kota Tua Jakarta mengalami kerusakan, Agustus 2014. (Foto: Kompas.com/Abba Gabrillin)

Selain di kawasan Kayutangan Malang, kerusakan jalan dari batu andesit akibat banyaknya volume kendaraan yang melintas juga pernah terjadi di Jalan Braga Bandung dan kawasan Kota Tua Jakarta.

Jika tidak ingin mengalami kejadian serupa, Pemerintah Kota Malang tentu harus menyiapkan cara mengantisipasinya.

 

Reporter : MA Setiawan

Editor : Redaksi


Bagikan Berita
Tags: BandungBaru AndesitJakartaKayutanganKayutangan HeritageKostruksiKota Malang
ADVERTISEMENT

Related Posts

Wali Kota Malang Rombak Jajaran Utama Pejabat, 10 Posisi Strategis Berganti

Wali Kota Malang Rombak Jajaran Utama Pejabat, 10 Posisi Strategis Berganti

31 Juli 2026

...

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Resmi Pimpin Polresta Malang Kota, Siap Lanjutkan Program dan Perkuat Pelayanan

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Resmi Pimpin Polresta Malang Kota, Siap Lanjutkan Program dan Perkuat Pelayanan

29 Juli 2026

...

Tim Taekwon-Do Kota Malang Raih Juara Umum 3 di PITC 2026 Malaysia

Tim Taekwon-Do Kota Malang Raih Juara Umum 3 di PITC 2026 Malaysia

29 Juli 2026

...

Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Kami Bukan Londo Ireng, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf

Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Kami Bukan Londo Ireng, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf

27 Juli 2026

...

Sambut HUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kota Malang Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI

Sambut HUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kota Malang Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI

24 Juli 2026

...

TPA Supit Urang Diprediksi Penuh Tiga Tahun Lagi, DLH Kota Malang Genjot Pengelolaan Sampah dari Hulu

TPA Supit Urang Diprediksi Penuh Tiga Tahun Lagi, DLH Kota Malang Genjot Pengelolaan Sampah dari Hulu

22 Juli 2026

...

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg Selama Perayaan HUT RI

22 Juli 2026

...

Load More
Next Post
Siapa I Made Rian Diana Kartika?

Siapa I Made Rian Diana Kartika?

Ungkap Peredaran 21 Kilogram Sabu, Gubernur Puji Kinerja Satnarkoba Polrestabes Surabaya

Ungkap Peredaran 21 Kilogram Sabu, Gubernur Puji Kinerja Satnarkoba Polrestabes Surabaya

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin