
KOTA MALANG – malangpagi.com
Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menghadiri pengukuhan Forum Komunikasi Tata Kelola Lingkungan Heritage (FKTKLH), yang digelar di Ruang Serbaguna, Kantor UPT Pengelolaan Pemakaman Umum Kota Malang, Jalan S Supriadi No. 38 Malang, Jumat (17/6/2022).
“Saya kira ide baik ini harus direspons secara baik pula. Dan alhamdulillah, Dinas Lingkungan Hidup sudah menerbitkan Surat Keputusan tentang legalitas dari keberadaan Forum Komunikasi Tata Kelola Heritage Kuburan Londo, yang hari ini diserahkan dan disaksikan bersama-sama,” tutur pria yang biasa disapa Bung Edi itu.
Lebih lanjut dirinya menegaskan perlunya sinergi dengan seluruh pihak dalam pengelolaan Kuburan Londo. “Tentu dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran dari forum ini, untuk dapat menjawab inovasi yang akan diusung. Ini adalah awal untuk memulai mengembangkan semua itu. Karena Kuburan Londo memiliki potensi yang luar biasa,” paparnya.

Wawali tidak memungkiri, meskipun Kuburan Londo adalah benda mati, tapi ada cerita di dalamnya yang dapat menjadi edukasi. “Apa yang sudah ada ini mohon dirawat, dan syukur-syukur dapat diperbaiki. Sehingga potensi yang ada di Kuburan Londo ini semakin baik dan tertata. Serta mampu dijadikan literasi dan diangkat historinya,” pesan Bung Edi.
Dirinya berharap, Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dapat memberikan arahan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama sekaligus melestarikan potensi Kuburan Londo. “SK yang telah diterbitkan menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan ada di dalamnya. Dapat direncanakan langkah-langkah selanjutnya,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FTKLH, Muhammad Imam Samsul Arifin mengungkapkan bahwa FKTKLH Kuburan Londo sejatinya adalah ide Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum, Subaedi, yang diakomodir dari berbagai elemen.
“Saat ini kami fokus pada tata kelola Kuburan Londo sebagai ikon budaya dan cagar budaya Kota Malang. Termasuk seni, budaya, dan UMKM di wilayah Sukun,” tutur Fifin, sapaannya.

Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menyasar pada tata kelola di sembilan TPU (Tempat Pemakaman Umum) lainnya. “Jadi untuk jangka panjang, kami juga akan menggali potensi makam-makam yang ada di bawah pengelolaan UPT PPU DLH Kota Malang,” lanjutnya.
Fifin mengatakan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan semua pihak, yang mendukung dan sejalan dengan visi misi FKTKLH Kuburan Londo. “Kami telah merancang dan menyusun program kerja. Dengan pengukuhan dan legalitas ini, membuat kami dapat bergerak untuk tancap gas dalam mengeksekusi semua yang program yang telah disusun,” jelas pria berkacamata itu.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum Kota Malang, Subaedi mengapresiasi sambutan yang datang dari berbagai elemen masyarakat, guna mewujudkan impian dalam menata, melestarikan, dan mengembangkan potensi yang ada di Kuburan Londo serta sembilan TPU lainnya.

“Kami bersyukur karena gayung pun bersambut. Ide yang kami utarakan dapat ditangkap dengan baik oleh elemen masyarakat yang terdiri dari latar belakang berbeda-beda. Ada akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, wartawan, seniman, dan budayawan. Dari warna-warna itu dikemas dalam satu tujuan, untuk mengembangkan potensi di makam-makam yang kami kelola,” bebernya.
Pihaknya menggarisbawahi, pengukuhan FTKLH Kuburan Londo bukan upaya untuk menggeser atau bahkan menjadi saingan Pokdarwis Koeboeran Londo. “Namun ini adalah satu kekuatan serta mitra untuk saling bersinergi, berkolaborasi, bersama-sama, dan bergandengan tangan untuk memajukan potensi dalam lintas Organisasi Perangkat Daerah,” tegasnya.
Pria yang belum genap setahun menjabat sebagai Kepala UPT PPU Kota Malang itu berkata, pemakaman bukanlah tempat yang angker, menyeramkan, dan buram. “Dari tempat perkuburan ini akan kita gali bersama apa yang menjadi potensi. Semoga keberadaan FKTKLH Kuburan Londo dan Pokdarwis Koeboeran Londo dapat memperkuat identitas kompleks pemakaman,” tutur Subaedi.
“Tidak hanya sebagai tempat untuk menguburkan jenazah, namun juga sebagai wisata sejarah dan religi dalam upaya edukasi dan peningkatan potensi, termasuk ekonomi masyarakat sekitar,” tutupnya. (Har/MAS)