
KOTA MALANG – malangpagi.com.
sejak pertengahan September lalu, siswa-siswi SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) telah melaksanakan giat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Pelaksanaan PTMT menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, peserta didik juga harus mendapat izin dari orangtua, dan bersedia mematuhi dan menjalankan prokes selama di lingkungan sekolah.
Sebagai langkah lanjutan dalam memproteksi ketahanan tubuh siswa, sekolah juga memfasilitasi layanan vaksinasi bagi peserta didik. Kegiatan ini juga merupakan wujud dukungan SMK PIM terhadap program pemerintah tentang percepatan vaksinasi untuk pelajar.
Pemerintah sendiri telah memberikan izin vaksinasi untuk pelajar, atau kategori usia 12–17 tahun sejak awal Juli tahun ini. Menindak lanjuti kebijakan tersebut, SMK yang berlokasi di Jalan Barito No. 5 Kota Malang itu menggelar kegiatan vaksinasi dosis pertama bagi peserta didik kelas X dan XI.

Melalui pemberian vaksin jenis Sinovac ini, SMK PIM berharap dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat penerapan PTMT di Kota Malang.
Kepala Sekolah SMK PIM, Atik Dina Fitria menyatakan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Rumah Sakit Bhirawa Bhakti. Sebanyak 74 peserta didik mengikuti kegiatan vaksinasi ini, terdiri dari 67 siswa kelas X dan XI dari kompetensi keahlian Kimia Industri dan Farmasi Industri, serta tujuh siswa kelas XII. Selain itu juga terdapat tujuh karyawan SMK PIM yang mengikuti vaksinasi.
“Peserta didik kelas XII sebenarnya tidak terjadwal hari ini, tetapi kami berikan kesempatan bagi kelas XII yang bersedia ikut. Dari 117 peserta didik kelas XII, tujuh di antaranya dapat melakukan vaksin hari ini. Sedangkan peserta didik yang lain masih melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL),” ucap Atik kepada Malang Pagi, Jumat (8/10/2021).
Lanjutnya, terkait peserta didik kelas XII yang belum tervaksin, pihak sekolah akan menjadwalkan kembali khusus vaksinasi untuk mereka.
“Alhamdulillah, kegiatan vaksinasi ini berjalan lancar dan peserta didik sangat kooperatif dalam menyukseskan program ini,” pungkas Atik. (DK99/MAS)