Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mengenal Jenis-jenis Sanggul Asli Jawa

Dituturkan dalam acara bedah Kitab Pararaton Ken Dedes di Singosari Malang.

by Red
1 Oktober 2020
in Seni & Budaya
Bagikan Berita

(Foto: Christ/MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Bedah Kitab Pararaton seri ke-8 yang digelar pada Sabtu (26/9/2020) lalu terasa spesial. Acara menghadirkan juru bedah sejarawan dan arkeolog, M. Dwi Cahyono dan dipandu presenter budaya, Wibie Suryomentaram mampu menggugah antusiasme peserta diskusi yang bertempat di Rumah Makan Ndalem Ratu Singosari Malang

Seluruh peserta diskusi tampak mengenakan pakaian adat Jawa. Karena memang tema yang diangkat adalah tentang sosok Ken Dedes. Terlihat di antara tamu yang hadir, serombongan perempuan berkebaya dan bersanggul.

Juga hadir rombongan dari suku Tengger, Desa Mojorejo Tosari, Pasuruan, yang di salah satu sesi acara turut membacakan mantra-mantra doa. Hadir pula dalang wayang kulit, Ki Ardi Purbo Antono yang turut memberikan beberapa ulasan.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan tentang berbagai jenis sanggul beserta pemakaiannya.

Baca Juga :

Aji Prasetyo, komikus dan budayawan. (Foto: Dok. Pribadi)

Mengupas Metafora dalam Sejarah Jawa Ala Komikus Aji Prasetyo

18 Mei 2022
Pemkot Malang Bakal Akomodir Pendidikan Mulok Usulan Komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya

Pemkot Malang Bakal Akomodir Pendidikan Mulok Usulan Komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya

24 Februari 2022
Komunitas Budaya Desak Pemkot Malang Susun Kurikulum Pendidikan Mulok

Komunitas Budaya Desak Pemkot Malang Susun Kurikulum Pendidikan Mulok

22 Februari 2022
Pagebluk dan Penanda Mitigasi Bencana Non Struktural

Pagebluk dan Penanda Mitigasi Bencana Non Struktural

6 Agustus 2021
Road to IIMS Surabaya Digelar di Tunjungan Plaza Secara Hybrid

Arsitektur Kolonial di Klojen, Penegas Identitas Malang City Heritage

19 April 2021
Load More

Sanggul merupakan sesuatu yang lumrah dan selalu dipakai dalam keseharian perempuan zaman dulu. Di antara jenis-jenis sanggul yang beragam, sejatinya ada beberapa macam sanggul asli Jawa yang memiliki makna tersendiri.

Salah satu contoh yaitu sanggul Ukel Konde yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Putri Solo, baik saat remaja maupun dewasa, pada umumnya berambut panjang. Namun, saat mereka hendak melakukan suatu kegiatan, mereka akan menyanggul rambutnya membentuk konde.

Sanggul Ukel Konde sering dipakai saat acara resmi di Indonesia, dan merupakan sanggul tradisional yang digemari hingga sekarang.

Selain itu, ada jenis sanggul Ukel Tekuk yang umumnya digunakan di lingkungan Keraton Jogja. Mulai dari permaisuri, selir, putri raja, hingga para inang pengasuh atau emban.

Sanggul Ukel Tekuk bentuknya hampir mirip dengan sanggul Ukel Konde. Bedanya hanya di penggunaan aksesori dan model pakaian yang dikenakan.

Wanita yang memakai sanggul jenis artinya ia telah beranjak dewasa. Sanggul Ukel Tekuk melambangkan seorang gadis ibarat bunga yang baru mekar. Karena telah beranjak dewasa, diharapkan ia mampu memikul tugas dan tanggung jawab, serta telah layak menjadi seorang ibu.

Ada lagi jenis sanggul Ukel Ageng yang merupakan sanggul resmi atau kebesaran. Bentuknya memanjang seperti kupu tarung. Bagi remaja putri, sanggul tersebut dipakai dengan sematan pandan. Sedangkan bagi perempuan dewasa, sanggul Ukel Ageng dipadukan dengan bunga mawar dan kenanga. Untuk wanita bersuami, sanggul dipakai dengan hiasan bunga mawar teluk melati.

Masyarakat Jawa zaman dulu meyakini, kupu-kupu yang hinggap di rambut (khususnya kupu-kupu kuning) merupakan pertanda rezeki dan kebahagiaan akan menghampiri si pemilik rambut.

Jenis sanggul lain adalah sanggul Bokor Mengkurep, yang biasanya dipakai oleh pengantin wanita. Bentuknya menyerupai bokor menelungkup.

Sanggul diisi dengan irisan daun pandan kemudian dirajut. Lantas ditutup dengan rajutan bunga melati. Perpaduan pandan dan melati akan menebarkan aroma religius. Diharapkan pengantin wanita dapat membawa nama harum dirinya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Christ

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: BudayaJawaKondeSanggulSejarahSingosari. Malang
ADVERTISEMENT

Related Posts

Lestarikan Budaya Lewat Permainan Tradisional, Kolaborasi Mahasiswa UMM dan Museum Panji Tuai Apresiasi

Lestarikan Budaya Lewat Permainan Tradisional, Kolaborasi Mahasiswa UMM dan Museum Panji Tuai Apresiasi

28 Juli 2025

...

MMI Gelar Seminar Internasional, Bangun Musik Sebagai Gerakan Kemanusiaan

MMI Gelar Seminar Internasional, Bangun Musik Sebagai Gerakan Kemanusiaan

12 Juli 2025

...

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Anto Baret Siap Guncang Kota Malang

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Anto Baret Siap Guncang Kota Malang

9 Juli 2025

...

Kemegahan Budaya Nusantara Semarakkan Opening Ceremony Porprov IX Jatim 2025

Kemegahan Budaya Nusantara Semarakkan Opening Ceremony Porprov IX Jatim 2025

29 Juni 2025

...

Hari Keris Nasional Akan Dicanangkan Melalui Event Brawijayan Mondiacult

Hari Keris Nasional Akan Dicanangkan Melalui Event Brawijayan Mondiacult

11 April 2025

...

Rangkaian Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang Gelar Tradisi Tawur Agung Kesanga

Rangkaian Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang Gelar Tradisi Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025

...

Seniman Perempuan Indonesia Ekspresikan Luka di Gwangju Biennale 2024

Seniman Perempuan Indonesia Ekspresikan Luka di Gwangju Biennale 2024

28 November 2024

...

Load More
Next Post
Dewan Pers Harus Bersinergi Dengan Kominfo

Dewan Pers Harus Bersinergi Dengan Kominfo

Gratis! BP2MI Pulangkan Jenazah Pekerja Migran Indonesia Dari Malaysia

Gratis! BP2MI Pulangkan Jenazah Pekerja Migran Indonesia Dari Malaysia

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin