Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Arsitektur Kolonial di Klojen, Penegas Identitas Malang City Heritage

Peninggalan arsitektur kolonial mengandung nilai historis yang cukup tinggi, serta menjadi bukti bahwa orang Belanda pernah tinggal dan berkuasa di Kota Malang.

by Red
19 April 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Rumah bergaya kolonial di Jalan Pajajaran, Klojen. (Foto: Hatiani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Klojen (Klodjen), nama yang tidak asing di telinga warga Kota Malang. Kecamatan yang terletak di tengah kota ini dikenal sebagai wilayah pusat pemerintahan. Klojen sendiri berasal dari kata loge atau loji (kelojian, kelodjen), yang berarti gedung besar.

Diceritakan oleh Dwi Cahyono dalam buku Malang Telusuri Dengan Hati, bahwa pertama kali Belanda memasuki wilayah Malang pada tahun 1767, sebagai pelarian dari kejaran Malaya Kusuma yang merupakan cucu dari Untung Suropati.

Saat itu bentang alam Malang masih berupa hutan belantara diapit sungai Brantas, Bango, dan Amprong. Selain itu wilayah ini juga dikelilingi empat gunung, yaitu Semeru, Tengger, Arjuna, dan Kawi.

Kondisi wilayah ini memicu Belanda untuk membangun benteng, dengan pertimbangan Sungai Brantas dapat dijadikan jalan keluar apabila terjadi penyerangan.

Baca Juga :

Aji Prasetyo, komikus dan budayawan. (Foto: Dok. Pribadi)

Mengupas Metafora dalam Sejarah Jawa Ala Komikus Aji Prasetyo

18 Mei 2022
Dinamika Pecinan Kecil Kota Malang dalam Aturan Wijkenstelsel

Dinamika Pecinan Kecil Kota Malang dalam Aturan Wijkenstelsel

25 September 2021
Pagebluk dan Penanda Mitigasi Bencana Non Struktural

Pagebluk dan Penanda Mitigasi Bencana Non Struktural

6 Agustus 2021
Hari Pertama PPKM, Relawan Posko Aksi Peduli Covid-19 MDI Bagikan Sembako

Hari Pertama PPKM, Relawan Posko Aksi Peduli Covid-19 MDI Bagikan Sembako

12 Januari 2021
Kolaborasi Ponpes Darul Hidayah dengan PDI Perjuangan PAC Klojen, Tangkal Penyebaran Covid-19

Kolaborasi Ponpes Darul Hidayah dengan PDI Perjuangan PAC Klojen, Tangkal Penyebaran Covid-19

3 Januari 2021
Load More

Tahun 1821, Belanda mulai membangun loji di luar benteng, dan mulai memberanikan diri membuat permukiman di sekitar loji. Tidak mengherankan jika di wilayah Klojen kemudian banyak ditemukan permukiman dengan gaya arsitektur Belanda.

Dalam bukunya Menciptakan Masyarakat Kota: Malang di Bawah Tiga Penguasa 1914-1950,  Reza Hudiyanto menyebutkan bahwa pada 1870an terbentuk hubungan antara orang Belanda dan Indonesia yang mencerminkan budaya seimbang. Sebagian mengandung unsur Belanda, sebagian mengandung unsur Indonesia.

Adanya undang-undang desentralisasi pada 1903, disusul keputusan desentralisasi pada 1905, menjadikan Malang membentuk sebuah Gemeente (Kotamadya) dengan Staatsblad Nomor 297 tanggal 1 April 1914.

Perubahan status Malang dari Kabupaten dengan Karesidenan Pasuruan menjadi sebuah kota, membuat Malang berkembang secara menakjubkan. Dengan tatanan wilayah yang dirancang secara teratur malalui Bouwplan I hingga VIII. Tak pelak migrasi besar-besaran terjadi dengan pertambahan penduduk Belanda. Fase inilah disebut fase kolonial.

“Fase Kolonial terjadi sekitar 1900an. Saat itulah kebijakan pintu terbuka ditetapkan oleh pemerintah Belanda, dengan memberikan peluang lebih luas bagi para petualang Eropa untuk mengadu nasib ke Indonesia,” jelas arsitek sekaligus pemerhati sejarah, Arief DKS saat ditemui di kedai kopi Klodjen Jaya, Sabtu (17/4/2021).

Rumah dengan pilar kokoh di Jalan Majapahit. (Foto: Hariani/MP)

Pria yang tergabung dalam komunitas Old Photo Malang ini menambahkan, kedatangan orang Belanda membawa serta keluarganya merupakan dampak dicabutnya ketentuan migrasi Eropa pada tahun 1870, yang melarang wanita ikut menyertai suami untuk tinggal di pos-pos VOC.

Tak pelak, kebijakan ini menjadikan Belanda semakin berkuasa dan hidup berkoloni dengan mendirikan permukiman di area-area strategis, salah satunya di wilayah Klojen.

Bentuk bangunan dengan karakteristik kuat tampak ditonjolkan pada fasad simetris, dinding tebal dengan desain arsitektur yang begitu teliti dan beratap sedikit melengkung. Bentuk jendela relatif besar yang dapat memudahkan sirkulasi udara merupakan adaptasi Belanda dengan penyesuaian iklim tropis.

Peninggalan arsitektur kolonial mengandung nilai historis yang cukup tinggi, serta menjadi bukti bahwa orang Belanda pernah tinggal dan berkuasa di Kota Malang.

Selain itu, bangunan berarsitektur Belanda memberi nilai tambah identitas Malang sebagai Kota Kolonial, yang dapat mewujudkan Malang City Heritage seperti digaungkan selama ini.

Tentu perlu adanya pelestarian dan perhatian serius dari Pemerintah Kota Malang, salah satunya dengan penegakan Peraturan Daerah tentang Cagar Budaya, agar lebih ‘bertaring’. Sehingga julukan Malang City Heritage bukan hanya slogan, namun diimplementasikan dalam wujud nyata.

 

Reporter : Hariani

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: KlojenMalang City HeritageSejarahSejarah Malang
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

2 Mei 2026

...

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

1 Mei 2026

...

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

29 April 2026

...

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

29 April 2026

...

Segera Daftar! Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Malang Dibuka 9 Maret, Sediakan 264 Kursi

Targetkan Retribusi Rp15 Miliar di 2026, Dishub Kota Malang Perketat Pengawasan Karcis Parkir

29 April 2026

...

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

29 April 2026

...

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

28 April 2026

...

Load More
Next Post
Road to IIMS Surabaya Digelar di Tunjungan Plaza Secara Hybrid

Road to IIMS Surabaya Digelar di Tunjungan Plaza Secara Hybrid

Silaturahmi Ramadan Pemkot Batu, Santuni Anak Yatim dan Duafa

Silaturahmi Ramadan Pemkot Batu, Santuni Anak Yatim dan Duafa

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin