Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Debat Capres Berbahasa Inggris?, Banggalah Berbahasa Indonesia

by Darsono
15 September 2018
in Global
Bagikan Berita

Oleh: Yunanto

Menjelang akhir pekan ini muncul gagasan debat capres berbahasa Inggris. Argumentasinya, sosok presiden Indonesia harus piawai berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam pergaulan internasional dengan bangsa-bangsa di negara lain.

Saya terpana sejenak setelah mengetahui gagasan itu lewat warta di media audio visual (televisi). Saya terpana bukan karena saya pro-bacawapres Joko Widodo, atau saya kontra-bacawapres Prabowo Subiyanto.

Sungguh, saya bukan politisi. Bukan pula anggota partai pilitik mana pun. Predikat saya hanya rakyat, warga negara Indonesia, dan pemegang hak pilih dalam even pemilu legislatif maupun pemilu eksekutif (pilkada dan pilpres). Soal saya memilih siapa, itu hak prerogatif saya di dalam bilik suara, di TPS.

Baca Juga :

Indosat Perkuat Jaringan dan Keamanan Digital Sambut Ramadan–Idulfitri 2026 di Circle Java

Indosat Perkuat Jaringan dan Keamanan Digital Sambut Ramadan–Idulfitri 2026 di Circle Java

26 Februari 2026
Kota Malang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih, Peringkat 7 Nasional dan 2 di Jatim

Kota Malang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih, Peringkat 7 Nasional dan 2 di Jatim

25 Februari 2026
Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Tiri Terungkap, Kasus Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Tiri Terungkap, Kasus Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

25 Februari 2026
Siap-Siap War Tiket! Sheila on 7 Bakal Guncang POLIPONI Si Paling Konser di Malang

Siap-Siap War Tiket! Sheila on 7 Bakal Guncang POLIPONI Si Paling Konser di Malang

24 Februari 2026
THR ASN Kota Malang 2026 Tembus Rp42,6 Miliar, Bertambah Rp10 Miliar Dibanding Tahun Lalu

THR ASN Kota Malang 2026 Tembus Rp42,6 Miliar, Bertambah Rp10 Miliar Dibanding Tahun Lalu

24 Februari 2026
Load More

Saya terpana pada gagasan itu tentu ada landasan argumentasi.
Pertama, argumentasi yuridis. Konstitusi negara ini, UUD 1945, telah mengamanatkan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia” (Pasal 36). Landasan yuridis berikutnya, tidak ada satu pasal pun di dalam UU No.7/Tahun 2017 ttg Pemilu dan di dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 20/2018 yang mensyaratkan debat capres berbahasa Inggris.

Sedangkan landasan non-yuridis, terkait dengan nasionalisme dan kemanfaatan komunikasi itu sendiri.
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, jiwa dan semangat nasionalisme harus ada di setiap warga negara Republik Indonesia. Tanpa nasionalisme yang kokoh, seperti telah ditunjukkan oleh para pendahulu lewat “Sumpah Pemuda” 1928, bahaya bagi negara sebesar NKRI. Salah satu wujud konkret dari nasionalisme itu adalah rasa bangga berbahasa Indonesia.

Sejujurnya, almarhum Soeharto, Presiden RI kedua, patut dibanggakan dalam kontek kebanggaannya berbahasa Indonesia. Hal tersebut terlepas dari kualitas demokrasi pada masa pemerintahannya. Terlepas pula dari idioleknya setiap mengucapkan akhiran “kan” menjadi “ken”. Satu hal yang membanggakan, Pak Harto pada zamannya selalu berpidato dalam bahasa Indonesia. Di luar negeri sekalipun.
Argumentasinya rasional dan tepat. Intinya, jika bangsa-bangsa mancanegara ingin mengerti isi pidato Presiden Soeharto, kala itu, maka belajarlah bahasa Indonesia. Argumentasi itu sekaligus jadi pemicu semangat menginternasionalkan bahasa Indonesia. Sebuah obsesi yang patut dibanggakan. Menyejajarkan bahasa Indonesia dengan bahasa-bahasa asing internasional (bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Prancis, bahasa China).

Berikutnya, dari aspek kemanfaatan komunikasi. Kajiannya tentu tidak bisa lepas dari disiplin ilmu Publisistik Praktika. Galibnya, seorang komunikator yang baik wajib berorientasi kepada komunikannya atau khalayak audiennya. Bila mayoritas komunikan tidak bisa berbahasa Inggris, namun komunikator memaksakan diri berkomunikasi dengan berbahasa Inggris, maka dia jelas komunikator tolol.

Ya, tolol, karena isi komunikasinya tidak bermanfaat bagi komunikannya. Bagaimana bisa bermanfaat jika tidak dimengerti? Demikian pula bila terjadi dalam debat capres; terlebih ditayangkan secara luas oleh media audio visual ke seluruh pelosok negeri. Ampun… mayoritas WNI tidak bisa berbahasa Inggris, Bung!

Bertolak dari argumentasi tersebut, tentu saya tidak sependapat dengan pihak-pihak yang empunya gagasan debat capres berbahasa Inggris. Di sisi lain, saya sadar bahwa saya bukan siapa-siapa dan tidak menjadi apa-apa. Maka ketidaksetujuan saya tersebut tidak ada pengaruh sedikit pun terhadap pihak yang “ngeyel” debat capres berbahasa Inggris.

Fakta di pelupuk mata. Bangsa besar di negara Amerika Serikat, tidak punya bahasa Amerika sebagai bahasa persatuannya. Negara besar Australia, tidak memiliki bahasa Australia sebagai bahasa nasionalnya.
Namun, bangsa Indonesia memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, bahasa nasional, sekaligus bahasa persatuan.

Maka, tidak ada alasan bagi seorang pun WNI yang tidak berkenan membanggakan bahasa nasionalnya. Hal itu salah satu wujud nyata dari nasionalisme.

Jadi, di mana pun WNI berada, banggalah berbahasa Indonesia. ( ☆ )

Catatan:
Yunanto adalah wartawan harian sore “Surabaya Post” (1982 – 2002). Alumni Sekolah Tinggi Publisistik-Jakarta. Sekarang bergiat sebagai editor naskah buku dan instruktur diklat jurnalistik.


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bentuk FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Nasional

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bentuk FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Nasional

30 Desember 2025

...

Wisatawan Nataru Diprediksi Naik, Pemkot Bersama Polresta Malang Kota Perketat Pengamanan

Wisatawan Nataru Diprediksi Naik, Pemkot Bersama Polresta Malang Kota Perketat Pengamanan

24 Desember 2025

...

Pemkot Malang Buka Peluang Bangun Museum di Stadion Gajayana Usai Terbit Buku Satu Abad

Pemkot Malang Buka Peluang Bangun Museum di Stadion Gajayana Usai Terbit Buku Satu Abad

24 Desember 2025

...

Disporapar Pastikan Target 3,3 Juta Wisatawan Kota Malang Tercapai

Disporapar Pastikan Target 3,3 Juta Wisatawan Kota Malang Tercapai

24 Desember 2025

...

Wali Kota Malang Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Sonokembang, Target Bisa Difungsikan Pekan Depan

Wali Kota Malang Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Sonokembang, Target Bisa Difungsikan Pekan Depan

14 November 2025

...

DPR RI Luncurkan Program P5 HAM, Gen Z dan Wartawan Didorong Tingkatkan Kesadaran HAM

DPR RI Luncurkan Program P5 HAM, Gen Z dan Wartawan Didorong Tingkatkan Kesadaran HAM

14 November 2025

...

Pemkot Malang Perkuat Program Koperasi Merah Putih, Delapan Gerai Sudah Beroperasi

Pemkot Malang Perkuat Program Koperasi Merah Putih, Delapan Gerai Sudah Beroperasi

14 November 2025

...

Load More
Next Post
Ketua HMPI Dyah Arum Sari: Lacak Rekam Jejak Caleg

Ketua HMPI Dyah Arum Sari: Lacak Rekam Jejak Caleg

Ombak Pantai Ngantep Pesona Di Kabupaten Malang

Ombak Pantai Ngantep Pesona Di Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin