
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Gebyar Jatim 77 sebagai bagian dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Jawa Timur. Melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Gubernur Jawa Timur yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyerahkan bantuan di Kantor Bakorwil Malang, Jalan Simpang Ijen No. 2, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Minggu (30/10/2022).
“Bu Gubernur [Khofofah Indar Parawansa] kemarin menyepakati bahwa gebyarnya tidak hany di Surabaya saja. Tetapi di seluruh Kabupaten Kota yang dikoordinir oleh masing-masing Bakorwil,” ucap Adhy.
Menurutnya, semua kegiatan yang dilakukan dalam peringatan HUT ke-77 Jatim ini sifatnya merupakan keputusan maupun kebijakan untuk mengatasi inflasi. “Seperti bantuan keringanan pajak gratis untuk motor ojek online (ojol), bantuan untuk nelayan, bantuan bagi pelaku UMKM, dan kemudian ada bantuan token listrik. Di luar itu dapat ditambahkan inovasi dari masing-masing Bakorwil,” bebernya.
Selain itu juga ada bantuan untuk mengatasi stunting, yang bekerja sama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) terkait zakat produktif.
Hal terbaru, menurut mantan Staf Ahli Kementerian Sosial itu, adalah kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menerbitkan sertifikasi pengusaha kecil. Sehingga membuat pelaku usaha dipercaya dan dapat meningkatkan omzetnya.

“Jadi kita beri keluasan kepada Bakorwil untuk membuat inovasi kegiatannya, dan ini harus permanen. Setelah ulang tahun tetap berlanjut dan akan menjadi replikasi di Bakorwil lainnya. termasuk Bakorwil Bojonegoro, Jember, Madiun, dan Madura,” terang Adhy.
Bantuan yang diberikan pun disesuaikan dengan perlindungan sosial. “Untuk bantuan nelayan bentuknya uang tunai sejumlah Rp300 ribu, yang diberikan sebanyak dua kali dalam dua bulan. Demikian juga untuk UMKM,” jelasnya,
Sementara ada pula bantuan dari pusat, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) juga sebanyak Rp600 ribu rupiah. “Kemudian ada bantuan yang sifatnya bukan uang, tapi keringanan pajak untuk kendaraan bermotor, ojol, dan mikrolet,” tambahnya. Di samping itu ada pula bantuan token listrik masing-masing sebesar 400 ribu rupiah.
“Jadi pemerintah kehilangan potensi pajaknya karena digratiskan. Itu jumlahnya sekitar 60 miliar rupiah, dan kita kehilangan potensi Penghasilan Asli Daerah (PAD),” ungkap Adhy.
Kegiatan pagi itu diawali dengan jalan sehat yang dimulai pukul 06.00 WIB. Disambung pelayanan kesehatan dan donor darah, festival band pelajar, pelayanan Dispenduk dan Samsat Keliling, bazar, pembagian doorprize, dan penyerahan bantuan sosial. (Har/MAS)














