Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Akademisi Universitas Negeri Malang Imbau Masyarakat Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Toleransi bukanlah sekadar menghormati keberagaman, tetapi juga memahami, menghargai, dan bekerja sama dengan sesama tanpa memandang perbedaan.

by Red
15 Maret 2024
in Kota Malang, Malang Raya
Bagikan Berita

Akademisi Universitas Negeri Malang saat ditemui di kantor jurusan. (Foto: MK/MP)

Kota Malang, Malangpagi –

Indonesia yang dikenal dengan keragaman budaya dan agamanya, kini menghadapi tantangan serius dalam menjaga tingkat toleransi antar umat beragama.

Salah satu dosen jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, Abd. Mu’id Aris Shofa menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir, kasus intoleransi semakin meningkat di berbagai belahan negara ini. Berdasarkan survei Wahid Institute, tingkat intoleran mencapai 54% pada tahun 2020 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 46%, serta BNPT juga merilis tentang kecenderungan generasi muda di lingkungan kampus sudah tergolong Radikal.

“Dalam menghadapi fenomena ini, saya mengambil inisiatif untuk menulis tentang praktik toleransi yang ada di Jawa Timur, khususnya tentang Desa Pancasila,” ucapnya saat ditemui di kantor jurusan HKN Lt 2, Gedung FIS UM, Kamis (14/3/2024).

Shofa mengungkapkan untuk saat ini Kota di Indonesia yang terkenal tinggi toleransi yaitu Kota Singkawang yang terkenal sebagai kota 1000 kelenteng. Di Singkawang sendiri, terdapat tiga suku yang berbeda kebudayaan dan agama, namun perbedaan yang ada malah semakin meningkatkan rasa toleransi.

Baca Juga :

Kembali Ditemukan Mayat di Kota Malang, Begini Kronologinya

Kembali Ditemukan Mayat di Kota Malang, Begini Kronologinya

7 Mei 2024

Memasuki Pelaksanan UTBK 2024, Tingkat Kehadiran Peserta di Universitas Brawijaya Hampir 100 Persen

7 Mei 2024
Universitas Widyagama Malang Raih Hibah Pendanaan Kemdikbudristek 2024

Universitas Widyagama Malang Raih Hibah Pendanaan Kemdikbudristek 2024

7 Mei 2024
Puluhan Relawan Wakili Kris Dayanti Ambil Formulir Pendaftaran Bacakada

Puluhan Relawan Wakili Kris Dayanti Ambil Formulir Pendaftaran Bacakada

6 Mei 2024
Peringati Dies Natalis ke-53, 1000 Peserta Meriahkan Fun Walk UWG

Peringati Dies Natalis ke-53, 1000 Peserta Meriahkan Fun Walk UWG

5 Mei 2024
Load More

“Lalu jika kita lihat untuk Jawa Timur terkhususnya Kota Malang, persentase toleransi sudah tergolong bagus berdasarkan survei yang ada,” jelasnya.

Ia membeberkan untuk mengatasi intoleransi yang ada di Indonesia maka dapat dilakukan melalui Desa Pancasila dan sebagai wujud nyata dari praktik toleransi yang ada di tingkat lokal untuk menangkal intotelaransi.

“Desa Pancasila merupakan suatu desa yang terdiri dari berbagai agama dan suku yang hidup berdampingan secara harmonis, tanpa adanya konflik atau diskriminasi,” lugasnya.

Shofa menyebutkan Desa Pancasila bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan toleransi yang semakin menurun. “Kita perlu belajar dari praktik yang sudah ada di masyarakat, dan Desa Pancasila adalah salah satu contohnya,” serunya.

Dalam kajiannnya, Shofa mengambil salah satu desa yang ada di Kabupaten Situbondo. Selain menyoroti keberadaan Desa Pancasila, Shofa juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan.

Menurutnya, pendidikan toleransi perlu dimulai sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Toleransi bukanlah sekadar menghormati keberagaman, tetapi juga memahami, menghargai, dan bekerja sama dengan sesama tanpa memandang perbedaan,” jelasnya.

Ia menerangkan kalau di Jawa Timur ini terdapat lokasi lainnya yang memiliki Desa Pancasila yaitu, Jember, Blitar, serta di Kadiri. “Dalam Desa pancasila yang ada di Lamongan ini ketika dilaksanakan teraweh, maka yang akan jaga selama pelaksanaannya bukan hanya dari umat muslim bahkan dari agama lainnya ikut membantunya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan penyebab terjadinya intoleran ialah pada pola pikir ataupun paradigma yang tertanam dalam tatanan masyarakat dan meyakini bahwa agamanya yang paling benar. “Maka dengan hadirnya tulisan saya, semoga dapat merubah paradigma atau pola pikir masyarakat sehingga bisa manciptakan toleransi antar umat,” pungkasnya. (MK/YD)


Bagikan Berita
Tags: berita kota malangberita umKota Malangmalangpagipj wali kota malangUMUniversitas Negeri Malang
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

Pemkot Malang Pasang Pagar di Pasar Gadang, Pembeli Tak Bisa Lagi Transaksi di Pinggir Jalan

2 Mei 2026

...

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

May Day di Kota Malang Diwarnai Gigs Jalanan, Musik Hardcore-Punk Jadi Medium Perlawanan

1 Mei 2026

...

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Akhir Panjang Kasus Sardo Swalayan, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

29 April 2026

...

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

Gudang Rokok di Malang Diduga Dibakar Karyawan, Polisi Ungkap Motif Tutupi Penggelapan Rp7 Miliar

29 April 2026

...

Segera Daftar! Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Malang Dibuka 9 Maret, Sediakan 264 Kursi

Targetkan Retribusi Rp15 Miliar di 2026, Dishub Kota Malang Perketat Pengawasan Karcis Parkir

29 April 2026

...

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

Kalah Telak dari Persebaya, Kantor Arema FC Dipenuhi Poster Kekecewaan Aremania

29 April 2026

...

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

28 April 2026

...

Load More
Next Post

Pemilu 2024 DPD PKS Kota Malang Bertambah 1 Kursi

Akademisi UM Soroti Tuduhan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg Dapil Malang Raya

Akademisi UM Soroti Tuduhan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg Dapil Malang Raya

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin