Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Alih Fungsi Hutan Lindung Jadi Lahan Sayur, Bencana Mengintai

Dengan kondisi hutan yang semakin kritis, diperlukan refleksi dan kebijakan yang tepat untuk tata kelola kehutanan di Jawa Timur guna mencegah bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

by RedMP.
5 Juni 2024
in Kota Malang
Bagikan Berita

Purnawan sebagai pemantik saat menjelaskan kondisi kritis ekologi jawa. (Foto: Dsy/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, ancaman besar mengintai kawasan pedalaman di Jawa Timur.

Bertajuk Mengindra Deforestasi di Jawa Timur, Belajar dari Hutan Kalimantan, Diskusi yang diadakan oleh The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ), Simpul Jawa Timur, di toko buku Togamas Malang,  menyoroti pentingnya kerjasama lintas profesi dan keterlibatan masyarakat lokal dalam upaya mengatasi masalah ini.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara jurnalis, akademisi, dan LSM seperti Greenpeace dan WALHI untuk mengungkap data deforestasi dan melaporkannya kepada publik.

Alih fungsi hutan lindung di kaki Gunung Arjuna-Welirang-Kelud menjadi lahan sayur telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli lingkungan dan masyarakat setempat.

Baca Juga :

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

27 Mei 2026
Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Wakil Wali Kota Malang Pastikan Guru Honorer Tetap Terakomodasi

26 Mei 2026
Jelang Iduladha 2026, Wali Kota Malang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Jelang Iduladha 2026, Wali Kota Malang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

25 Mei 2026
Diikuti Ratusan Pasangan, Morula IVF Indonesia Edukasi Penyebab Kegagalan Program Hamil di Malang

Diikuti Ratusan Pasangan, Morula IVF Indonesia Edukasi Penyebab Kegagalan Program Hamil di Malang

24 Mei 2026
Ramai di Media Sosial, Polisi Pastikan Tak Ada Laporan Pocong Abal-Abal di Malang

Ramai di Media Sosial, Polisi Pastikan Tak Ada Laporan Pocong Abal-Abal di Malang

23 Mei 2026
Load More

Pakar hukum lingkungan Universitas Widyagama, Purnawan D. Negara menegaskan bahwa kondisi ekologi di Jawa semakin kritis akibat perubahan ini.

“Hantu di hutan protes pada Tuhan karena manusia tidak takut lagi pada hantu, mengisyaratkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi,” kata Purnawan, Selasa (04/06/2024).

Purnawan menekankan bahwa kolaborasi lintas profesi dan melibatkan masyarakat lokal sangat penting karena musuh terlalu besar untuk dihadapi oleh individu pers.

“Melibatkan berbagai elemen seperti jurnalis, akademisi, dan masyarakat adat dalam investigasi, akan memberikan kekuatan lebih dalam menghadapi perusahaan-perusahaan besar yang sering kali menghindari pajak dan melakukan kamuflase aset,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Miftah Faridl, jurnalis CNN Indonesia TV yang menjadi salah satu narasumber, menjelaskan bahwa sekitar 33 ribu hektare hutan di Kalimantan telah dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit dan akasia.

Faridl memulai liputannya di Sumatera Utara terkait proyek PLTA yang merusak lingkungan sebelum melanjutkan investigasinya ke Kalimantan.

“Perubahan ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menghilangkan ruang hidup bagi masyarakat adat dan habitat orangutan,” jelasnya.

Lewat media zoom, ia menambahkan bahwa kolaborasi jurnalistik yang mendalam seperti yang dilakukan dalam proyeknya, dapat memperkaya wawasan publik dan menciptakan tradisi baru dalam dunia jurnalistik.

“Dengan kondisi hutan yang semakin kritis, diperlukan refleksi dan kebijakan yang tepat untuk tata kelola kehutanan di Jawa Timur guna mencegah bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wahyu Eka Setyawan, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur, mengungkapkan bahwa sekitar 300 hektare hutan lindung di kaki Gunung Arjuna-Welirang-Kelud kini telah beralih fungsi menjadi kebun sayur.

“Perubahan fungsi hutan ini berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor di musim hujan, serta kebakaran hutan di musim kemarau,” jelas Wahyu via zoom.

Ia juga menyebutkan bahwa deforestasi mengancam pasokan air ke aliran sungai Brantas, yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Timur dan mengalir melalui 14 kabupaten/kota.

“Saat ini deforestasi juga terjadi di Malang Selatan, di mana hutan lindung diubah menjadi kebun tebu dan perkebunan sawit, mengancam keberadaan kawasan karst di wilayah tersebut,” tutupnya.

Dengan kondisi hutan yang semakin kritis, diperlukan refleksi dan kebijakan yang tepat untuk tata kelola kehutanan di Jawa Timur guna mencegah bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan. (Dsy/YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

Libur Iduladha 2026, Stasiun Malang Layani 5.460 Penumpang dalam Sehari

27 Mei 2026

...

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Wakil Wali Kota Malang Pastikan Guru Honorer Tetap Terakomodasi

26 Mei 2026

...

Jelang Iduladha 2026, Wali Kota Malang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Jelang Iduladha 2026, Wali Kota Malang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

25 Mei 2026

...

Diikuti Ratusan Pasangan, Morula IVF Indonesia Edukasi Penyebab Kegagalan Program Hamil di Malang

Diikuti Ratusan Pasangan, Morula IVF Indonesia Edukasi Penyebab Kegagalan Program Hamil di Malang

24 Mei 2026

...

Panja DPR RI Soroti Pelestarian Cagar Budaya Malang, Dorong Penguatan Museum dan Perlindungan Situs

Panja DPR RI Soroti Pelestarian Cagar Budaya Malang, Dorong Penguatan Museum dan Perlindungan Situs

21 Mei 2026

...

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

21 Mei 2026

...

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

20 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Hadiri Rakernas APEKSI, Wahyu Hidayat Yakin Kota Malang Menuju Kemandiri Fiskal

Hadiri Rakernas APEKSI, Wahyu Hidayat Yakin Kota Malang Menuju Kemandiri Fiskal

Angkat Warisan Budaya Nusantara Melalui Tourism and Culinary Expo 2024

Angkat Warisan Budaya Nusantara Melalui Tourism and Culinary Expo 2024

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin