
KOTA MALANG – malangpagi.com
Lembaga pelatihan hipnoterapi terkemuka dengan lebih dari 15.000 alumni praktisi di seluruh Indonesia, Indonesian Hypnosis Centre (IHC) dipercaya Korps Relawan Muhammadiyah (KAWANMU) untuk membekali relawan psikososial dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Direktur IHC, Avifi Arka, Ph.D., menegaskan bahwa IHC telah mengantongi izin operasional resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kesehatan, dan juga telah terakreditasi.
“IHC telah memiliki izin operasional resmi dan terakreditasi. Pengalaman kami di bidang penanganan trauma menjadi bekal penting dalam mendukung relawan kemanusiaan,” ujar Avifi Arka di Kota Malang, Sabtu (20/12/2025).
Hipnoterapi menjadi salah satu materi utama dalam pembekalan relawan KAWANMU. Metode ini dinilai efektif membantu penyintas bencana dalam mengatasi trauma psikologis, kecemasan, hingga gangguan stres pasca-trauma (PTSD) yang kerap muncul setelah bencana.
Avifi menjelaskan, relawan merupakan garda terdepan kemanusiaan yang kerap berhadapan langsung dengan situasi kehilangan, luka, dan duka. Tanpa manajemen emosi yang memadai, pengalaman tersebut dapat meninggalkan luka batin yang berkepanjangan.
“Menurut Chinese Journal of Traumatology, 96,8 persen relawan menunjukkan gejala PTSD dan 90,9 persen mengalami burnout setelah bertugas di lokasi bencana apabila tidak melakukan manajemen emosional yang memadai. Di sinilah hipnoterapi berperan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, hipnoterapi membantu relawan mengurai trauma dan stres berulang, menurunkan kelelahan emosional, serta memperkuat ketahanan mental agar tetap empatik tanpa mengorbankan kesehatan psikologis diri sendiri.
“Relawan juga manusia. Merawat kesehatan mental mereka bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Avifi.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Nasional KAWANMU, M. Arif An yang juga menjabat Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, menyampaikan bahwa kehadiran KAWANMU merupakan respons strategis atas amanat Rapat Kerja Nasional Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah 2025.
“KAWANMU adalah manifestasi revitalisasi gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah yang berfokus pada layanan berbasis komunitas, khususnya dalam merespons kebencanaan yang terus terjadi,” ujarnya.
Dalam konteks kebencanaan nasional, MPKS PP Muhammadiyah mendapat amanah sebagai penanggung jawab layanan psikososial dalam penanganan banjir di Pulau Sumatera. Untuk mendukung fase rehabilitasi pascabencana, MPKS menyiapkan 1.000 relawan KAWANMU yang akan diterjunkan secara bertahap.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menekankan bahwa kapasitas relawan dalam menangani dampak psikologis bencana menjadi hal krusial.
“Kehadiran relawan bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memulihkan harapan, ketenangan, dan semangat para penyintas, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Pembekalan Relawan Psikososial KAWANMU Tahap II digelar pada 19–21 Desember 2025 di Kota Malang. Materi yang diberikan meliputi Life Development Program (LDP), Psychological First Aid (PFA), konseling, terapi bermain dan mendongeng, hingga hipnoterapi sebagai metode andalan. Para narasumber berasal dari MDMC, IHC, MPKS, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Sosial.
Sebelum mengikuti pembekalan, seluruh relawan telah menjalani asesmen kesehatan dan kesiapan interaksi dengan korban bencana guna memastikan kualitas layanan di lapangan.
Pemberangkatan Relawan Psikososial KAWANMU Tahap II ke wilayah terdampak bencana di Sumatera direncanakan mulai awal Januari 2026, seiring berakhirnya fase tanggap darurat dan memasuki tahap rehabilitasi. Kick off KAWANMU sendiri dikemas dalam Apel Siaga yang dihadiri sekitar 200 relawan dari MPKS PWM Jawa Timur, MPKS PDM Surabaya, serta Tim Psikososial. (YD)














