
KOTA BATU – malangpagi.com
Perupa asal Batu, Agoes D’Soe menggelar pameran lukisan tunggal bertajuk “Sweet Dreams #2” yang digelar di Pasar Wisata Kuliner Bring Rahardjo, Junrejo, Kota Batu, Minggu (4/10/20).
Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Oktober itu dibuka oleh Camat Junrejo, Arief Rachman Ardyasana, S.STP dan Danramil Junrejo, Peltu Sukisyanto.
“Kami sangat mengapresiasi mas Agoes yang menggelar pameran tunggal. Kami mendorong perupa di Kota Batu lainnya, khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Junrejo untuk menggelar kegiatan serupa,” ujar Arief kepada Malang Pagi.

Ia pun berharap, seniman-seniman Junrejo dapat menampilkan eksistensinya dengan memamerkan karya di tempat-tempat yang tidak biasa.
“Misalnya di Bring Rahardjo atau di desa dan kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Junrejo. Sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Sekaligus mempromosikan potensi wisata desa,” lanjutnya.
Di pameran tunggalnya kali ini, Agoes D’Soe memamerkan 30 karya lukisnya. Sebagian karya-karya yang ditampilkan telah Ia kerjakan sejak sepuluh tahun silam.

“Tema Sweet Dreams #2 merepresentasikan manifestasi dari mimpi manis saya selama 30 tahun berkarya. Karena itu, Terdapat 30 lukisan yang saya pamerkan, dikemas dalam konsep berbeda-beda,” ungkap alumni ISI Denpasar itu.
Di pameran tunggalnya yang kedua ini, Agoes menyajikan gaya lukis menggabungkan aliran abstrak dan realisme. Diakuinya, gaya ini memberikan kesan tersendiri bagi pengalaman estetiknya.
Pelukis kelahiran 1973 itu berharap, muncul karya-karya masterpiece yang dilahirkan dari seniman-seniman muda asal Kota Batu.
Itu sebabnya, Agoes rutin membanggikan ilmunya kepada anak-anak Desa Junrejo. Setiap minggu, Ia membuka kelas menggambar bagi anak-anak di Bring Rahardjo.
Dalam sambutannya secara tertulis, Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, Fuad Dwi Yono menyampaikan, bahwa menggelar sebuah pameran tunggal bukanlah hal mudah bagi seorang seniman. Hal itu membutuhkan komitmen dan kebulatan tekad.
“Inspirasi dan semangat untuk bangkit di masa pandemi merupakan sebuah keberanian. Apa yang ditunjukkan oleh Agoes D’Soe membuka mata hati dan pikiran, untuk tetap berkarya,” tulisnya.
Reporter : Eko / Hari
Editor : MA Setiawan












