
KOTA MALANG – malangpagi.com
Suasana memanas mewarnai proses pembongkaran tembok fasilitas umum (fasum) di kawasan Perumahan Griya Shanta, Kota Malang, pada Kamis (6/11/2025).
Puluhan petugas gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, DPUPRPKP, serta dibantu aparat TNI dan Polri, harus berhadapan langsung dengan warga yang menolak pembangunan jalan tembus di area tersebut.
Berdasarkan pantauan Malang Pagi, sekitar pukul 12.54 WIB rombongan petugas tiba di lokasi dan langsung dihadang oleh sejumlah warga Griya Shanta RW 12. Mereka menolak tembok dibongkar karena meniai ada kepentingan lain selain menjadi jalan tembusan.
Sebelum tindakan dilakukan, salah satu anggota Satpol PP membacakan surat tugas resmi pembongkaran. Dijelaskan bahwa Pemkot Malang sebelumnya telah mengirim tiga kali surat peringatan kepada pihak warga agar melakukan pembongkaran secara mandiri. Karena tidak direspons, pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan eksekusi langsung.
Meski begitu, warga tetap bersikeras mempertahankan posisi mereka. Aksi protes disertai perdebatan dengan petugas pun terjadi lantaran warga menilai belum ada solusi jelas terkait dampak proyek tersebut terhadap lingkungan sekitar. Ketegangan sempat meningkat ketika terjadi adu argumen antara warga dan aparat di area fasum.
Hingga pukul 14.15 WIB, beberapa kendaraan warga masih diparkir menutup akses menuju titik pembongkaran. Warga pun tetap bertahan di lokasi sehingga proses penertiban tidak bisa dilanjutkan.
Upaya mediasi antara aparat dan perwakilan warga masih terus dilakukan untuk meredam potensi bentrokan. Untuk sementara, pelaksanaan pembongkaran tembok fasum tersebut ditunda hingga tercapai kesepakatan bersama. (YD)














