Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Desain Baju Khas Kota Malang Tuai Sorotan, Dinilai Ciptakan “Kasta” Jabatan

Perbedaan utama terletak pada aksesoris, seperti bordir emas, selendang, dan detail ornamen yang merepresentasikan tingkat jabatan.

by RedMP.
8 April 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat mengenakan baju khas Kota Malang. (Foto: YD/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Peluncuran desain baju khas Kota Malang menuai perhatian publik. Selain mengusung perpaduan unsur kolonial dan tradisional, konsep tersebut juga memantik kritik karena dinilai membagi tampilan berdasarkan jenjang jabatan, dari wali kota hingga masyarakat umum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, membenarkan adanya pengelompokan desain tersebut. Ia menegaskan, pembagian itu merupakan hasil kajian sejarah yang telah dilakukan sejak Januari 2026.

“Iya, ada hasil kajian. Karena Pak Wali, Pak Wakil, dan Forkopimda itu memang ada perbedaan. Kita tidak lepas dari sejarah, baik tradisional maupun masa kolonial,” ujar Suwarjana, Rabu (8/4/2026).

Secara umum, desain pakaian memiliki kesamaan konsep, yakni dominasi warna hitam dengan elemen jas, udeng, serta batik khas Malang. Perbedaan utama terletak pada aksesoris, seperti bordir emas, selendang, dan detail ornamen yang merepresentasikan tingkat jabatan.

Baca Juga :

Bendahara RW di Jodipan Malang Diduga Gelapkan Uang Kas Warga Rp126,7 Juta untuk Investasi Online

Bendahara RW di Jodipan Malang Diduga Gelapkan Uang Kas Warga Rp126,7 Juta untuk Investasi Online

1 September 2026
Air Mancur Dua Taman Ikonik Kota Malang Rusak, DLH Siapkan Anggaran Hampir Rp100 Juta

Air Mancur Dua Taman Ikonik Kota Malang Rusak, DLH Siapkan Anggaran Hampir Rp100 Juta

31 Agustus 2026
Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi di Kota Malang, Dilengkapi GPS dan Pengawasan Pengemudi

Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi di Kota Malang, Dilengkapi GPS dan Pengawasan Pengemudi

31 Agustus 2026
Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

29 Agustus 2026
Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

28 Agustus 2026
Load More

Berdasarkan panduan resmi, terdapat lima kategori desain. Desain utama diperuntukkan bagi wali kota dengan ornamen paling lengkap dan dominasi bordir emas. Tingkat berikutnya digunakan oleh wakil wali kota dan Forkopimda dengan aksesoris lebih sederhana.

Selanjutnya, desain untuk eselon II dan DPRD hadir dengan detail yang lebih minimal, diikuti eselon III dan lurah dengan aksesoris terbatas. Sementara itu, desain paling dasar diperuntukkan bagi pelaksana, masyarakat umum, hingga duta wisata tanpa banyak ornamen.

“Desainnya sebenarnya sama, hanya aksesorisnya saja yang membedakan,” tegasnya.

Kritik juga muncul terkait penggunaan unsur kolonial Belanda dalam desain tersebut. Menanggapi hal itu, Suwarjana mengatakan pendekatan tersebut tidak bisa dilepaskan dari latar sejarah Kota Malang.

“Kota Malang ini bukan kota kerajaan. Wali kota pertamanya orang Belanda. Jadi kami tidak mungkin hanya mengambil referensi kerajaan atau kabupaten. Kami padukan unsur kolonial dan tradisional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengadopsian unsur kolonial bukan untuk mengagungkan masa lalu, melainkan sebagai bagian dari identitas sejarah kota.

“Bukan menguri-uri kolonial, tapi memang itu sejarahnya. Justru harus ada. Kalau hanya tradisional, malah menyalahi sejarah,” katanya.

Meski diklaim telah melalui kajian akademis dengan melibatkan sejarawan dan berbagai pemangku kepentingan, desain ini tetap menuai sorotan. Pembagian berbasis jabatan dinilai berpotensi menghadirkan kesan hierarki sosial yang kaku di ruang publik.

Selain itu, penggunaan simbol kolonial juga dianggap sensitif di tengah menguatnya semangat dekolonisasi dan peneguhan identitas lokal.

Namun demikian, Disdikbud memastikan seluruh unsur dalam desain telah dibahas bersama pimpinan daerah dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Sudah kami kaji, tidak asal menciptakan. Semua unsur Kota Malang sudah kami masukkan,” pungkas Suwarjana. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bendahara RW di Jodipan Malang Diduga Gelapkan Uang Kas Warga Rp126,7 Juta untuk Investasi Online

Bendahara RW di Jodipan Malang Diduga Gelapkan Uang Kas Warga Rp126,7 Juta untuk Investasi Online

1 September 2026

...

Air Mancur Dua Taman Ikonik Kota Malang Rusak, DLH Siapkan Anggaran Hampir Rp100 Juta

Air Mancur Dua Taman Ikonik Kota Malang Rusak, DLH Siapkan Anggaran Hampir Rp100 Juta

31 Agustus 2026

...

Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi di Kota Malang, Dilengkapi GPS dan Pengawasan Pengemudi

Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi di Kota Malang, Dilengkapi GPS dan Pengawasan Pengemudi

31 Agustus 2026

...

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

Bocah 3 Tahun Kritis Penuh Luka, Dua Orang Jadi Tersangka Dugaan Penelantaran dan Penganiayaan

29 Agustus 2026

...

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

Aksi 500 Massa di Kayutangan, Polresta Malang Kota Kerahkan 463 Personel

28 Agustus 2026

...

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

Pemkot Malang Siapkan Skema Baru Penataan PKL, Tak Ingin Penertiban Berulang

28 Agustus 2026

...

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

Bulog Malang Targetkan Penyaluran 18.825 Ton Beras Tuntas September

27 Agustus 2026

...

Load More
Next Post
Kasus Viral ‘Suamiku Adalah Perempuan’, Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

Kasus Viral 'Suamiku Adalah Perempuan', Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin