
MAGELANG – malangpagi.com
Kesibukan menjalankan berbagai peran membuat seorang ibu kerap lupa memberikan waktu untuk dirinya sendiri. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN-PPM Kelompok 23 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui kegiatan psikoedukasi bertajuk “Ibu Ceria, Cerdas Kelola Stres, Ibu Bahagia”.
Kegiatan yang digelar di Dusun Plaosan, Desa Muneng, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Minggu (2/8/2026), tersebut mengajak ibu-ibu untuk berbagi pengalaman sekaligus mengenali tanda-tanda kelelahan fisik maupun mental dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Mayoritas ibu-ibu di Dusun Plaosan berprofesi sebagai petani. Selain menjalankan aktivitas di luar rumah, mereka juga memiliki tanggung jawab dalam mengurus rumah tangga dan keluarga.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa mengenalkan konsep peran domestik dan peran publik yang kerap dijalani secara bersamaan. Peran domestik mencakup aktivitas di dalam rumah, seperti mengelola rumah tangga serta menjalankan peran sebagai ibu dan istri.
Sementara peran publik berkaitan dengan aktivitas di luar rumah, mulai dari bekerja, berwirausaha hingga terlibat dalam kegiatan masyarakat.
Beragam tuntutan dari kedua peran tersebut tidak jarang saling beririsan. Kondisi ini kemudian dibahas bersama peserta untuk memahami potensi konflik peran ganda yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Kenali Tanda Tubuh dan Pikiran Mulai Lelah
Selain membahas peran ganda, peserta juga diajak mengenali tanda-tanda ketika tubuh dan pikiran mulai mengalami kelelahan.
Beberapa di antaranya mudah merasa lelah dan tersinggung, mulai menjauh dari orang sekitar, kesulitan mengatur waktu, sakit kepala hingga mengalami gangguan tidur.
Pembahasan dikemas secara santai sehingga para peserta dapat menceritakan pengalaman masing-masing. Dari cerita tersebut, mahasiswa kemudian mengajak peserta menemukan langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika mulai merasa lelah atau tertekan.
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 23 juga menekankan bahwa ibu tidak harus menghadapi seluruh persoalan seorang diri. Dukungan pasangan, keluarga maupun orang-orang terdekat dinilai penting dalam membantu menghadapi berbagai tanggung jawab.
Peserta juga diajak memberikan waktu untuk diri sendiri, misalnya dengan beristirahat sejenak, melakukan aktivitas yang disukai atau berbicara dengan orang yang dipercaya.
Sejumlah strategi sederhana dalam mengelola stres turut diperkenalkan, seperti menyusun prioritas, mengatur waktu, menghadapi masalah secara efektif serta tetap memperhatikan kesehatan fisik dan mental.

Kegiatan kemudian dilengkapi praktik relaksasi sederhana berupa teknik tarik napas dalam dan mengembuskannya secara perlahan. Peserta juga diperkenalkan dengan teknik “butterfly hug” yang dapat dilakukan untuk membantu menenangkan diri ketika menghadapi situasi yang membuat tertekan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 23 UMBY berharap ibu-ibu Dusun Plaosan dapat saling berbagi pengalaman dan menemukan cara yang sesuai untuk menjalani berbagai peran dengan lebih nyaman.
Di tengah banyaknya tanggung jawab yang harus diselesaikan, mahasiswa mengingatkan bahwa seorang ibu juga memiliki hak untuk berhenti sejenak, menghela napas dan memberikan perhatian kepada dirinya sendiri.
Penulis: Tim KKN-PPM Kelompok 23 UMBY












