
KOTA MALANG – malangpagi.com
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang menyoroti keterbatasan pasokan beras premium saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan pasar di Kota Malang, Selasa (8/9/2026).
Meski secara umum kebutuhan pokok masih tersedia dan kondisi harga terus dipantau, ketersediaan beras premium menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Rombongan TPID mulai melakukan pemantauan sekitar pukul 08.50 WIB dengan menyasar sejumlah lokasi, di antaranya distributor CV Podo Seneng, Pasar Blimbing, dan Pasar Klojen.
Sidak tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, perangkat daerah, Bank Indonesia, Perum BULOG, Pertamina, serta jajaran Polresta Malang Kota.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan pemantauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri.
Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi riil mengenai ketersediaan stok dan perkembangan harga berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat.
“Keterbatasan pasokan diduga dipengaruhi belum masuknya musim panen serta kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang. Tingginya permintaan masyarakat terhadap jenis beras tertentu turut memperketat ketersediaan di pasaran,” ungkap Wahyu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan pangan untuk memastikan keterbatasan beras premium tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak pada masyarakat.
“Kami masih menyiapkan langkah lanjutan untuk mengatasi kelangkaan beras premium agar pasokan kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (YD)













