Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Jalin Semua Elemen dalam Penyelesaian Konflik Perburuhan, Solusi Petisi online lebih efektif dibanding demo

by Red
27 November 2017
in Global
Bagikan Berita

Malang – Sejak era Neo Liberal, masalah perburuhan atau konflik pekerja tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di India, Australia, dan negara lainnya. Pola dan sistemnya tak jauh berbeda. Hal ini dibuktikan dalam observasi yang dilakukan Dr Tim Connor, dosen dan peneliti dari Fakultas Hukum University of New Castle, Australia, pada kasus di beberapa negara.

Menyadari kesamaan tersebut, Universitas Brawijaya (UB) Malang mengundang Dr Tim Connor, untuk menyampaikan materi yang mengangkat tema ‘Perspektif Hukum Perburuhan dan Perusahaan dalam menghadapi Tantangan Global’, dalam Bonsai (Bincang dan Obrolan Santai) yang dikemas dalam Coffee Morning di Guest House UB Malang, Jumat (24/11/2017). Sekaligus implementasi program dosen pengajar 3 in 1 yang dicanangkan UB, yaitu dosen akademisi UB, dosen praktisi, dan dosen luar negeri. Dimana Dr Tim Connor mengajar di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB).

“Selama 40 tahun kita terlibat dalam neo liberal, sebagai bentuk kapitalis atas segala aspek ekonomi, privatisasi dan kurangnya peraturan pemerintah. Melalui observasi perburuhan di beberapa negara, ternyata sengketa pekerja dan pengusaha tak hanya terjadi di Indonesia, dan India, juga Australia terjadi kasus serupa, terutama franchise dimana karyawan dibayar lebih murah,” terang Dr Tim Connor.

Menurut Tim, sapaan akrabnya, sebagian besar kasus yang rumit diselesaikan, ketika karyawan berurusan dengan pihak ketiga, atau subsidiary companies (anak perusahaan). Bahkan ada perusahaan yang sengaja mengelak tanggung jawab dengan menggunakan outsourching maupun melempar tanggung jawab kepada anak cabang, dimana karyawan bekerja. Namun sebagian anak perusahaan juga memberikan kesempatan legal action karyawannya, serta menunggu keputusan pusat.

“Tentunya diperlukan peran pemerintah sebagai mediator atas penyelesaian konflik perburuhan, baik atas inisiatif pekerja maupun pengusaha. Dan hakim sebagai pemutus dalam pengadilan. Serta beberapa pihak, seperti Komnas HAM, Serikat Pekerja, dan lainnya, yang bisa mensupport pekerja sebagai pihak yang dirugikan,” urai Tim, yang diterjemahkan oleh M. Hamidi Masykur, dosen FH UB.

Baca Juga :

Gedung Parkir Kayutangan Resmi Beroperasi, Pemkot Malang Gratiskan Tarif Hingga 13 Januari

Gedung Parkir Kayutangan Resmi Beroperasi, Pemkot Malang Gratiskan Tarif Hingga 13 Januari

10 Januari 2026
Kemenangan Perdana Antar Persema Malang ke Babak 16 Besar Liga 4 Jatim

Kemenangan Perdana Antar Persema Malang ke Babak 16 Besar Liga 4 Jatim

9 Januari 2026
Panglima Baru Divif 2 Kostrad Disambut Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Panglima Baru Divif 2 Kostrad Disambut Hangat dan Penuh Kekeluargaan

9 Januari 2026
Di Tengah Dugaan Kasus Pornografi, Yai Mim Mengaku Masih Pasien RSJ Lawang

Di Tengah Dugaan Kasus Pornografi, Yai Mim Mengaku Masih Pasien RSJ Lawang

9 Januari 2026
Sambut HPN 2026, JMSI Jatim Gelar Doa Bersama di Rumah Anak Yatim

Sambut HPN 2026, JMSI Jatim Gelar Doa Bersama di Rumah Anak Yatim

9 Januari 2026
Load More

Menurutnya, permasalahan perburuhan di Indonesia lebih komplek karena pengaruh luar perusahaan, seperti regulasi kebijakan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat mengenai UMR, aturan tenaga kerja, dan lainnya. “Seperti jam kerja lebih, upah rendah, tak ada upah lembur, dan lainnya. Sementara keputusan hukum pengadilan pada perusahaan terlalu ringan, sehingga ada sela untuk melepas tanggung jawab, dan upaya terkahir mengharapkan pernyataan bangkrut oleh pengadilan. Untuk menghindari kerugian pekerja, harus ada solusi dari banyak pihak sebagai upaya hukum,” ungkap Tim.

Contohnya, ada upaya intimidasi terhadap pimpinan organisasi buruh, namun karena mereka mendapatkan dukungan dan pendampingan oleh Komnas HAM, akhirnya terlindungi. Tentunya peristiwa semacam ini kembali kepada kinerja pihak Kepolisian untuk melindungi tenaga kerja, serta jalin semua pihak untuk saling berkomitmen menjunjungi hak asasi manusia.

Selain itu, bukan hanya upah rendah, namun pada jam kerja yang seharusnya standart dengan libur cukup sebagai haknya, justru mereka tidak mendapatkannya. Padahal hal tersebut dapat berdampak meningkatnya stress yang tinggi, bahkan menyebabkan bunuh diri dan sakit berkepanjangan karena daya tahan tubuh menurun.

Sedangkan di Australia lebih terkontrol, karena aturannya sudah semakin baik dengan proses perbaikan. Seperti melalui petisi online, dan protes dalam bentuk teknologi internet, bukan lagi demo seperti di Indonesia yang kurang efektif dan kurang meluas dampaknya. Mungkin cara seperti ini bisa ditiru Serikat Pekerja di Indonesia


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bentuk FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Nasional

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bentuk FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Nasional

30 Desember 2025

...

Wisatawan Nataru Diprediksi Naik, Pemkot Bersama Polresta Malang Kota Perketat Pengamanan

Wisatawan Nataru Diprediksi Naik, Pemkot Bersama Polresta Malang Kota Perketat Pengamanan

24 Desember 2025

...

Pemkot Malang Buka Peluang Bangun Museum di Stadion Gajayana Usai Terbit Buku Satu Abad

Pemkot Malang Buka Peluang Bangun Museum di Stadion Gajayana Usai Terbit Buku Satu Abad

24 Desember 2025

...

Disporapar Pastikan Target 3,3 Juta Wisatawan Kota Malang Tercapai

Disporapar Pastikan Target 3,3 Juta Wisatawan Kota Malang Tercapai

24 Desember 2025

...

Wali Kota Malang Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Sonokembang, Target Bisa Difungsikan Pekan Depan

Wali Kota Malang Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Sonokembang, Target Bisa Difungsikan Pekan Depan

14 November 2025

...

DPR RI Luncurkan Program P5 HAM, Gen Z dan Wartawan Didorong Tingkatkan Kesadaran HAM

DPR RI Luncurkan Program P5 HAM, Gen Z dan Wartawan Didorong Tingkatkan Kesadaran HAM

14 November 2025

...

Pemkot Malang Perkuat Program Koperasi Merah Putih, Delapan Gerai Sudah Beroperasi

Pemkot Malang Perkuat Program Koperasi Merah Putih, Delapan Gerai Sudah Beroperasi

14 November 2025

...

Load More
Next Post
DPC Partai Demokrat Kota Malang Tunggu Rekom DPP , Arif Darmawan Kembali Terpilih Ketua

DPC Partai Demokrat Kota Malang Tunggu Rekom DPP , Arif Darmawan Kembali Terpilih Ketua

7 Kisah Seksual Zaman Kuno Paling Aneh Di Dunia

7 Kisah Seksual Zaman Kuno Paling Aneh Di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin