Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Persaudaraan Sejak Sekolah, SMAK Dempo Kota Malang Kenang Dua Pendaki Meninggal di Cartenz

Kedua pendaki tersebut merupakan lulusan SMA Katolik St Albertus atau Dempo Kota Malang.

by RedMP.
4 Maret 2025
in Kota Malang
Bagikan Berita

Data pendaki yang meninggal di Cartenz merupakan alumni SMAK Dempo Kota Malang.

KOTA MALANG – malangpagi.com

SMA Katolik (SMAK) St Albertus atau Dempo Kota Malang mengenang dua pendaki perempuan, yakni Elsa Laksono (60) dan Lilie Wijayanti Poegiono (60) yang meninggal di Puncak Cartenz, Sabtu (1/3/2025) lalu. Mereka meninggal setelah berhasil mencapai puncak Gunung tertinggi di Indonesia di wilayah Papua Tengah.

Informasi yang diterima, kedua pendaki tersebut merupakan lulusan SMA Katolik St Albertus atau Dempo Kota Malang. Keduanya masuk ke SMAK Dempo tahun 1981 dan lulus tahun 1984.

Kepala Sekolah SMA Katolik Dempo Kota Malang, Antonius Sumardi membenarkan informasi tersebut.

“Kami sudah cek data dan memang benar mereka masuk tahun 1981 dan lulus tahun 1984,” ujar Sumardi, Selasa (4/3/2025).

Baca Juga :

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

21 Mei 2026
Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

20 Mei 2026
Jadi Andalan Dongkrak PAD, Inovasi Pajak Digital Kota Malang Jadi Rujukan Nasional

Eks Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang

18 Mei 2026
Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

17 Mei 2026
Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

13 Mei 2026
Load More

Kabar duka tersebut diterima pihak sekolah dari para alumni angkatan 1984.

Bahkan, dari kisah yang ia ketahui tentang kedua pendaki perempuan tersebut, nilai-nilai yang ditanamkan oleh SMA Katolik Dempo Kota Malang turut mereka bawa sejak sekolah hingga akhir hayatnya kini.

“Nilai-nilai yang kami tanamkan ke siswa, mereka bawa sampai maut memisahkan mereka. Dimana, tentang persaudaraan dan pelayanan,” ungkapnya.

Ia mengenang, dua pendaki perempuan itu membawa kepribadian yang tertanam sejak sekolah. Bersama menjalin persaudaraan sejak kecil, menikmati hobi bersama hingga menciptakan ikatan yang tak semua orang bisa lakukan.

“Saat dua pribadi ini meninggal di satu tempat, satu hobi, mereka tertanam sejak SMA,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa ikatan persaudaraan angkatan 1984 ini paling solid diantara angkatan lainnya. Mereka masih sering menyapa sekolah dan mengikuti sejumlah kegiatan sekolah.

“Sekolah sering mengundang para alumni untuk beberapa acara. Ikatan mereka dalam satu angkatan memang solid,” katanya.

Dari informasi yang diterima Sumardi, keduanya memang sudah hobi berolahraga dan mendaki gunung sejak masa sekolah.

“Kata alumni juga memang keduanya suka mendaki sejak sekolah dulu,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pendaki perempuan, Elsa Laksono (60) dan Lilie Wijayanti Poegiono (60) dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (1/3/2025). Mereka meninggal setelah berhasil mencapai puncak Jayawijaya atau puncak Cartenz, Papua Tengah.

Keduanya mengalami insiden saat dalam perjalanan turun dari puncak menuju Base Camp Lembah Kuning. Kematian mereka diduga disebabkan oleh Accute Mountain Sickness (AMS) atau Hipotermia.

Kedua jenazah berhasil diturunkan dan sudah diterbangkan ke Jakarta, Senin (3/3/2025) untuk segera dimakamkan.

Mereka dalam pendakian ini merupakan klien agen operator Indonesia Expeditions beserta rombongan lain, termasuk musisi Fiersa Besari yang berhasil selamat.

Keduanya telah berhasil mencapai puncak Cartenz setinggi 4.884 mdpl pada 28 Februari 2025 lalu. (Rz/YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

Kantongi Tiga Kandidat, Pemkot Malang Segera Tentukan Plt Kepala Bapenda

21 Mei 2026

...

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

20 Mei 2026

...

Jadi Andalan Dongkrak PAD, Inovasi Pajak Digital Kota Malang Jadi Rujukan Nasional

Eks Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang

18 Mei 2026

...

Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

17 Mei 2026

...

Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

13 Mei 2026

...

Kota Malang Masuk 10 Besar Program LSDP, Pengelolaan Sampah Dapat Dukungan hingga Rp200 Miliar

Kota Malang Masuk 10 Besar Program LSDP, Pengelolaan Sampah Dapat Dukungan hingga Rp200 Miliar

12 Mei 2026

...

Angkot Gratis untuk Pelajar di Kota Malang Segera Diluncurkan, Libatkan 80 Armada

Angkot Gratis untuk Pelajar di Kota Malang Segera Diluncurkan, Libatkan 80 Armada

12 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Alumni SMAK Dempo Kota Malang Bakal Gelar Doa 7 Hari Meninggalnya Dua Pendaki di Gunung Cartenz

Alumni SMAK Dempo Kota Malang Bakal Gelar Doa 7 Hari Meninggalnya Dua Pendaki di Gunung Cartenz

Harga Cabai Masih Tinggi, Wali Kota Malang Perluas Operasi Pasar

Harga Cabai Masih Tinggi, Wali Kota Malang Perluas Operasi Pasar

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin