
KAB. MALANG – malangpagi.com
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang kembali merilis jumlah korban meninggal terkait tragedi Kanjuruhan Malang. Korban bernama Reivano Dwi Afriansyah (17), beralamat di Ngebruk Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.
“Saya Kadinkes Kabupaten Malang merilis satu korban meninggal dunia dalam peristiwa Kanjuruhan Malang (1/10), bernama Reivano yang beralamat Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dalam usia 17 tahun,” kata Kadinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, saat jumpa pers di Kantor Dinkes Kabupaten Malang, Jumat (21/10/2022).
Korban dirujuk ke RSSA pada (2/10) lalu dengan dignosa awal ada luka di kepala. Korban kemudian dinyatakan meninggal pada Jumat (21/10/2022) pagi. Selama di RSSA, korban dirawat di ruangan ICU dibantu alat bantu pernapasan (ventilator).
“Luka di kepala itu mungkin juga karena trauma berdesak desakan. Namun secara medisnya tidak dijelaskan meninggalnya, karena tidak ada catatan di rilis ini. Kami berbicara secara globalnya saja,” beber Wiyanto.
Pihaknya menambahkan, jumlah korban terdampak tragedi Kanjuruhan sebanyak 794 orang. “Dengan rincian korban luka ringan 586 orang, luka sedang 50 orang, luka berat 24 orang, dan korban meninggal sampai saat ini berjumlah 134 orang,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas Pakis itu.
Sementara informasi yang masuk di Posko Crisis Center Kabupaten Malang menyebut jumlah korban yang masih dirawat ada 6 orang, dan rawat jalan 654 orang.
“Jadi pasien yang saat ini dirawat di RSSA ada 4 orang. Dua pasien masih di ICU, dan dua di RS Kanjuruhan Kepanjen Malang di ruang perawatan biasa. Korban yang dirawat di ICU memang memerlukan perawatan khusus, dan apabila ada gejala kekritisan dapat segera ditangani oleh tim medis,” jelas Wiyanto.
Pihaknya akan terus memberikan informasi perkembangan korban pasca insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu. Karena sampai saat ini, Dinkes merilis jumlah korban luka ringan dan sedang dari data Polres Malang.
“Kami masih mendata korban luka ringan maupun sedang yang belum tercantum di data ini. Kami menerima data ini dari Polres Malang, dan kami akan menindaklanjuti apabila ada korban di rumah yang belum tersentuh oleh tim kesehatan. Nanti kami data, untuk jumlahnya nanti akan dikonfirmasi dulu kepastiannya,” pungkas Kadinkes. (Red)














