
SURABAYA – malangpagi.com
Tim Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Malang tampil impresif dalam ajang Kejuaraan Kickboxing Piala Walikota Surabaya 2026 yang berlangsung di Gelora Pancasila, Surabaya, pada 5–7 Juni 2026. Dari 20 nomor tanding yang diikuti, kontingen KBI Kota Malang berhasil mengoleksi 10 medali emas, 8 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Kejuaraan yang diikuti lebih dari 280 atlet dari 36 tim peserta tersebut menjadi ajang bergengsi perdana Kickboxing di Jawa Timur, pasca Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung pada akhir Mei lalu.
Selain mempertandingkan berbagai kategori usia dan kelas, sejumlah nomor juga dijadikan sebagai bagian dari sosialisasi PORPROV 2027 dan seleksi menuju PON Beladiri 2026.
Tim KBI Kota Malang memberangkatkan sebanyak 20 atlet, mulai dari atlet proyeksi PORPROV 2027, atlet senior, yunior, hingga kelompok usia dini. Keikutsertaan berbagai kelompok usia ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berjenjang yang terus dilakukan oleh KBI Kota Malang.
Pada kategori yang menjadi bagian dari seleksi PON Beladiri 2026, Kota Malang mengirimkan tiga atlet terbaiknya, yakni dua Juara Nasional Muhammad Fakhri Hafizh dan Karina Arisandi Pamungkas, serta atlet senior Ali Rosyidi. Kehadiran mereka menjadi bukti keseriusan Kota Malang dalam mempersiapkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional.
Dengan raihan 10 medali emas, Kota Malang sebenarnya menyamai perolehan emas milik KBI Kabupaten Kediri. Namun berdasarkan total perolehan medali, gelar Juara Umum akhirnya diraih oleh KBI Kabupaten Kediri yang mengumpulkan 10 medali emas, 17 medali perak, dan 7 medali perunggu, sehingga berhak membawa pulang Piala Walikota Surabaya 2026.

Meski belum berhasil merebut gelar juara umum, Kota Malang tetap memiliki alasan besar untuk berbangga. Salah satu atlet andalannya, Geovanny Bintang Armada Saragih, sukses dinobatkan sebagai Atlet Tatami Terbaik Putra dalam kejuaraan tersebut.
Bintang, sapaan akrabnya, tampil sangat meyakinkan sepanjang kejuaraan. Atlet muda berbakat itu menunjukkan performa dominan saat bertanding di kategori Kick Light Senior Putra -69 kilogram.
Menurut pelatih KBI Kota Malang, Meta Andri Setiawan, hasil yang diraih di Surabaya menjadi modal penting dalam menatap agenda besar berikutnya. “Hasil ini membuat kami optimistis mampu meraih hasil baik di PORPROV 2027,” ujarnya (7/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan proses pembinaan yang berjalan dengan baik. Kehadiran atlet-atlet senior yang mampu berprestasi sekaligus munculnya bibit-bibit muda potensial menjadi sinyal positif bagi masa depan kickboxing Kota Malang. (Red)













