Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mengenal Filosofi Ketupat di Hari Raya Idul Fitri

Salah satu tradisi yang sangat erat dengan perayaan Idul Fitri atau yang sering disebut Lebaran adalah makanan khasnya

by RedMP.
23 April 2023
in Opini
Bagikan Berita

KOTA MALANG – malangpagi.com

Semenjak hari Sabtu, (22/04/2023), umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Selain bersilaturahmi, halal bihalal, dan shalat Id, salah satu tradisi yang sangat erat dengan perayaan Idul Fitri atau yang sering disebut Lebaran adalah makanan khasnya, yakni ketupat.

Meskipun ketupat erat dengan tradisi Lebaran, sejarah penggunaan ketupat sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dan Pajajaran untuk upacara adat.

Baca Juga :

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

28 April 2026
Terinspirasi dari Komunitas di Veteran, Dishub Kota Malang Mulai Bersih-Bersih Halte

Terinspirasi dari Komunitas di Veteran, Dishub Kota Malang Mulai Bersih-Bersih Halte

27 April 2026
MS Glow Malang Half Marathon 2026 Sukses Besar, Dorong Sport Tourism dan Dongkrak Ekonomi

MS Glow Malang Half Marathon 2026 Sukses Besar, Dorong Sport Tourism dan Dongkrak Ekonomi

26 April 2026
Musancab VI PDIP Jatim di Kota Malang Tekankan Regenerasi dan Keterlibatan Milenial

Musancab VI PDIP Jatim di Kota Malang Tekankan Regenerasi dan Keterlibatan Milenial

26 April 2026
Komunitas di Malang Perbaiki Halte Veteran 2, Kritik Minimnya Perhatian Pemkot

Komunitas di Malang Perbaiki Halte Veteran 2, Kritik Minimnya Perhatian Pemkot

25 April 2026
Load More

Selain digunakan pada tradisi Lebaran, ketupat juga dijadikan sebagai simbol upacara syukur dalam tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud.

Ketupat memiliki makna filosofis yang sangat kaya dan mendalam. Awal mula popularitas ketupat sebagai hidangan Lebaran dapat ditelusuri pada masa penyebaran Agama Islam di tanah Jawa oleh Sunan Kalijaga.

Ketupat adalah makanan yang terbuat dari beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa.

Sunan Kalijaga kerap menggabungkan unsur-unsur budaya Islam dengan budaya nusantara sebagai bagian dari upayanya dalam berdakwah di Jawa.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat sebagai hari-hari penting dalam kalender Islam, di mana umat Muslim memasuki tanggal 1 Syawal tahun Hijriyah.

Diketahui, Bakda Kupat dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Lebaran. Pada saat Bakda Kupat, masyarakat mempersiapkan hidangan ketupat untuk diberikan kepada sanak saudara, terutama yang lebih tua, sebagai simbol rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Sunan Kalijaga membagikan ketupat kepada masyarakat pada momen Bakda Kupat sebagai sarana dakwah dan pendekatan budaya untuk mengajak orang Jawa memeluk agama Islam.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ketupat menjadi melekat di masyarakat Indonesia sebagai hidangan khas saat Lebaran.

Tak hanya itu, ketupat juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Ketupat berasal dari kata “kupat” yang memiliki dua makna filosofis, yaitu “ngaku lepat” (mengakui kesalahan) dan “laku papat” (empat tindakan).

Empat tindakan yang dimaksud adalah luberan (memberikan dengan melimpah), leburan (memaafkan dan menghapus dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar), dan laburan (membersihkan diri dari segala dosa).

Lebih jauh lagi, isian beras pada ketupat diartikan sebagai hawa nafsu, sedangkan daun kelapa muda atau janur melambangkan “jatining nur” atau cahaya sejati dari hati nurani.

Jadi, makna filosofis ketupat adalah manusia yang menahan hawa nafsu dengan mengikuti hati nurani atau kebenaran yang sejati. (Red.)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pengabdian Masyarakat Kelompok 1 KKN FH UB Berikan Solusi Terkait Permasalahan di Dusun Lopawon

Pengabdian Masyarakat Kelompok 1 KKN FH UB Berikan Solusi Terkait Permasalahan di Dusun Lopawon

23 Juli 2024

...

Media Sosial Berperan dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Media Sosial Berperan dalam Pengendalian Perubahan Iklim

30 Desember 2022

...

Tantangan dan Peluang Penerapan Pancasila pada Generasi Milenial

Tantangan dan Peluang Penerapan Pancasila pada Generasi Milenial

23 November 2022

...

Tingkatkan Motivasi Baca Anak, Kelompok 27 PMM UMM Donasikan Buku dan Percantik Taman Baca di RT 02 RW 07 Mulyorejo

Pencurian di Masa Pandemi, Karena Faktor Ekonomi?

12 Januari 2022

...

MTsT Ar-Roihan Lawang Kunjungi SMK Putra Indonesia Malang

Kampus Mengajar Mahasiswa UMM di Papua Menginisiasi Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter

23 Desember 2021

...

Politik Crab Mentality. Setia Kawan? Atau…?

Politik Crab Mentality. Setia Kawan? Atau…?

3 Desember 2021

...

Adaptasi Budaya Sebagai Kebutuhan Mahasiswa Perantauan di Kota Malang

Adaptasi Budaya Sebagai Kebutuhan Mahasiswa Perantauan di Kota Malang

22 November 2021

...

Load More
Next Post
KAI Kota Malang Alami Lonjakan Penumpang Selama Bulan Ramadan

KAI Kota Malang Alami Lonjakan Penumpang Selama Bulan Ramadan

Tumplek Blek! Sejumlah Ruas Jalan di Kota Malang Macet, Imbas Peningkatan Volume Kendaraan Selama Lebaran

Tumplek Blek! Sejumlah Ruas Jalan di Kota Malang Macet, Imbas Peningkatan Volume Kendaraan Selama Lebaran

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin