Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mengenang 47 Tahun Wafatnya Bapak Taekwon-Do Indonesia

Harno Omar juga merupakan pendiri organisasi Taekwon-Do pertama di Indonesia, yaitu Persatuan Taekwon-Do Indonesia (PTI), yang didirikan di Medan pada 1973.

by Red
6 September 2022
in Olahraga
Bagikan Berita

Bapak Taekwon-Do Indonesia, almarhum Harno Omar (Ong Hock Hua, kiri) bersama GM Joe Onopa (tengah). (Foto: Dok. Taekwon-Do Kwan Bop Do)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Beladiri Taekwon-Do saat ini termasuk cabang olahraga yang memasyarakat di Indonesia. Namun dari sekian banyak praktisi beladiri asal Korea ini, tak banyak yang mendengar nama Harno Omar (Ong Hock Hua).

Padahal, pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, 17 Desember 1948 itu adalah sosok penyandang sabuk hitam Taekwon-Do pertama di tanah air. Selain itu, Harno Omar juga tercatat sebagai pemegang mandat pertama dari pencipta Taekwon-Do, Jenderal Choi Hong Hi, untuk menyebarkan beladiri tersebut di Indonesia.

Tak hanya itu, Harno Omar juga merupakan pendiri organisasi Taekwon-Do pertama di Indonesia, yaitu Persatuan Taekwon-Do Indonesia (PTI), yang didirikan di Medan pada 1973, dengan Ketua Umumnya saat itu adalah Brigjen (Pol) Mustafa Gandasubrata.

Foto bersama saat peresmian Persatuan Taekwon-Do Indonesia di Medan pada 1973. (Foto: Dok. Keluarga Harno Omar)

Namun sayang, Harno tidak sempat meyaksikan beladiri yang dicintainya tersebut berkembang pesat hingga saat ini. Ia meninggal di usia muda, 26 tahun, di Michigan, Amerika Serikat. Menurut informasi dari keluarga, Harno meninggal karena sakit saat sedang mempersiapkan kenaikan tingkat ke Dan III. Dirinya dikabarkan terinfeksi wabah nyamuk Michigan, yang melanda wilayah bagian tengah negeri Paman Sam itu.

Baca Juga :

Begundal Lowokwaru Rilis MV Hello We’re Coming Back, Rayakan 26 Tahun Perjalanan Musik Independen

Begundal Lowokwaru Rilis MV Hello We’re Coming Back, Rayakan 26 Tahun Perjalanan Musik Independen

9 Desember 2025
Program RT Berkelas Diarahkan Fokus Tangani Genangan dan Banjir pada 2027

Program RT Berkelas Diarahkan Fokus Tangani Genangan dan Banjir pada 2027

9 Desember 2025
Dinsos Kota Malang Pastikan Seluruh Korban Banjir Terima Bantuan Sesuai Prosedur

Curah Hujan Naik 40 Persen, Banjir Kota Malang Tahun 2025 Jadi yang Terparah

9 Desember 2025
Gelar Raker 2025, KONI Kota Malang Mantapkan Strategi Menuju Porprov X Surabaya

Gelar Raker 2025, KONI Kota Malang Mantapkan Strategi Menuju Porprov X Surabaya

7 Desember 2025
JMSI Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

JMSI Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

7 Desember 2025
Load More

Hari ini, 6 September 2022, insan Taekwon-Do di Indonesia mengenang tepat 47 tahun kepergian Harno Omar. “Peran beliau sangat penting, dan patut dikenang. Tanpa jejak yang ditorehkan Harno Omar, kita mungkin tidak akan bisa melihat beladiri ini menjadi sangat populer di tanah air seperti sekarang ini,” terang Meta Andri Setiawan, Ketua Umum ITF Malang Taekwon-Do kepada Malang Pagi, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, jika Harno Omar masih hidup, bisa jadi Ia akan menjadi tokoh kuat untuk mempertahankan eksistensi PTI di Indonesia. Taekwon-Do aliran ITF (International Taekwon-Do Federation) diketahui sempat ‘dilarang’ keberadaannya di Indonesia pada pertengahan 80an, imbas gejolak geopolitik yang terjadi di Korea Selatan.

Guci penyimpanan abu jenazah Harno Omar, dengan tulisan ‘Bapak Taekwon-Do Indonesia’. Guci ini adalag hadiah dari pendiri Taekwon-Do, Jenderal Choi Hong Hi, dan saat ini disemayamkan di Tanjung Morawa, Sumatra Barat. (Foto: Dok. Keluarga)

Sejak saat itu, pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) membatasi penyebaran Taekwon-Do aliran ITF, dan memutuskan hanya mengakui Taekwondo aliran WTF (World Taekwondo Federation). “Di era itu, banyak praktisi ITF yang berlatih sembunyi-sembunyi, pindah ke WTF, bahkan tak sedikit yang gantung sabuk,” tutur Meta, yang pernah menulis buku tentang sejarah Taekwon-Do di Indonesia.

Namun, sejak reformasi, Taekwon-Do ITF pun mulai berani kembali unjuk gigi. “Saat ini ITF sudah banyak tersebar di berbagai daerah di bawah naungan ITF Indonesia Taekwon-Do, dan memiliki lebih dari 2.000 anggota. Selain Jawa Timur, terdapat Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jambi, Kaltim, Kalteng, Sulut, dan Sulteng,” beber Meta.

“Di Kota Malang sendiri, sejak berdiri pada 2017, ITF Malang Taekwon-Do telah memiliki sekitar 200 anggota,” lanjut pria yang menekuni beladiri asal Korea itu sejak 1988.

Foto pendiri Taekwon-Do, Jenderal Choi Hong Hi, dibubuhi pesan memberikan mandat kepada Harno Omar sebagai pioner pengembangan beladiri asal Korea itu di Indonesia. (Foto: Dok. Keluarga Harno Omar.

Sementara itu, Suginto Ong, adik almarhum Harno Omar, melayangkan apresiasi kepada ITF Indonesia Taekwon-Do, karena masih mengenang Harno Omar, dan bahkan menobatkannya sebagai Bapak Taekwon-Do Indonesia.

“Kami selaku keluarga Harno Omar merasa terharu, karena insan Taekwon-Do di Indonesia masih mengingat dan mengenang beliau. Harno Omar begitu mencintai beladiri ini, dan mengembangkannya dengan tanpa pamrih,” ucapnya kepada Malang Pagi.

Kenangan terhadap almarhum Harno Omar turut disampaikan oleh Grand Master Nick Donato asal Australia. “Saya ingat GM Onopa [Grand Master Joe Onopa, founder Taekwon-Do Kwan Bop Do] menunjukkan sebuah foto, dan menceritakan tentang temannya yang meninggal di usia muda. Ini pasti pria itu [Harno Omar] yang datang bersama bersama GM Choi Kwang Jo [salah satu Grand Master ITF],” tulisnya melalui pesan singkat.

Pada akhir tahun lalu, ITF Taekwon-Do Indonesia juga mencanangkan hari kelahiran Harno Omar sebagai Hari Taekwon-Do Indonesia, yang diperingati setiap 17 Desember. (Red)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gelar Raker 2025, KONI Kota Malang Mantapkan Strategi Menuju Porprov X Surabaya

Gelar Raker 2025, KONI Kota Malang Mantapkan Strategi Menuju Porprov X Surabaya

7 Desember 2025

...

Kekalahan Arema FC di Kanjuruhan Berlanjut, Pelatih Arema Sebut Jeda Pertandingan Terlalu Singkat

Kekalahan Arema FC di Kanjuruhan Berlanjut, Pelatih Arema Sebut Jeda Pertandingan Terlalu Singkat

8 November 2025

...

Borneo FC Tumbangkan Arema FC 3-1 di Stadion Kanjuruhan, Dua Kartu Merah Warnai Laga Penuh Gengsi

Borneo FC Tumbangkan Arema FC 3-1 di Stadion Kanjuruhan, Dua Kartu Merah Warnai Laga Penuh Gengsi

26 Oktober 2025

...

Cetlak Atlet Muda, Kota Malang Jadi Tuan Rumah Piala Menpora U-15 Bulutangkis

Cetlak Atlet Muda, Kota Malang Jadi Tuan Rumah Piala Menpora U-15 Bulutangkis

6 Oktober 2025

...

3.200 Atlet Ikuti Kejurprov Taekwondo Antar Pelajar Jatim

3.200 Atlet Ikuti Kejurprov Taekwondo Antar Pelajar Jatim

27 September 2025

...

Bermain dengan 10 Pemain, Persib Bandung Bungkam Tuan Rumah Arema FC 2-1

Bermain dengan 10 Pemain, Persib Bandung Bungkam Tuan Rumah Arema FC 2-1

22 September 2025

...

Arema FC Harus Terima Kekalahan Perdana di Kandang Usai Ditaklukkan Dewa United

Arema FC Harus Terima Kekalahan Perdana di Kandang Usai Ditaklukkan Dewa United

13 September 2025

...

Load More
Next Post
Semburat Senja di Alun-Alun Bunder Taman Tugu, yang Berkonsep City Garden

Semburat Senja di Alun-Alun Bunder Taman Tugu, yang Berkonsep City Garden

Bangun Klinik, Universitas Brawijaya Pertahankan Bangunan Pecinan Eks SDK Santo Yusup

Bangun Klinik, Universitas Brawijaya Pertahankan Bangunan Pecinan Eks SDK Santo Yusup

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin