Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Warga Nilai Minim Komunikasi Jadi Pemicu Polemik Jalan Tembus di Griyashanta

Hingga kini, warga belum mendapatkan penjelasan yang utuh terkait rencana pembangunan, khususnya mengenai rencana jalan tembus yang menjadi sumber utama polemik.

by RedMP.
16 Januari 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Kawasan Perumahan Griyashanya RW 12. (Foto: YD/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Polemik rencana pembangunan di Perumahan Griyashanta, RW 12, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang kini bergulir hingga ke ranah hukum, dinilai dipicu oleh minimnya komunikasi antara seluruh pihak terkait. Mulai dari warga, pemerintah, hingga pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan perumahan tersebut.

Di tengah proses mediasi yang sedang berjalan, warga mendesak adanya keterbukaan informasi agar persoalan tidak berlarut-larut. Ketua RT 5 RW 12, Arif Rahman Hakim menyebut, hingga kini warga belum mendapatkan penjelasan yang utuh terkait rencana pembangunan, khususnya mengenai rencana jalan tembus yang menjadi sumber utama polemik.

“Warga merasa tidak mendapatkan penjelasan yang jelas. Padahal yang dibutuhkan itu komunikasi dua arah yang nyaman dan terbuka, bukan kesan memaksakan proses atau keputusan,” ujar Hakim, Jumat (16/1/2026).

Hakim menegaskan, dirinya justru mendorong agar ruang komunikasi tetap dibuka, baik dalam proses mediasi di pengadilan maupun di luar mekanisme tersebut. Menurutnya, kepentingan pembangunan yang dimiliki pemerintah seharusnya dapat dipertemukan dengan kebutuhan dan kekhawatiran warga.

Baca Juga :

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

13 Februari 2026
9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

12 Februari 2026
126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

12 Februari 2026
Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

12 Februari 2026
BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

12 Februari 2026
Load More

“Pemkot punya kepentingan pembangunan, warga juga punya kebutuhan. Dua hal ini seharusnya bisa dipertemukan di satu titik temu, asalkan dikomunikasikan dengan baik,” katanya.

Meski belum mengetahui secara pasti aturan komunikasi di luar proses mediasi hukum, Hakim menilai dialog tetap menjadi langkah penting agar konflik tidak terus berlarut. Ia juga menegaskan bahwa warga pada prinsipnya tidak menolak pembangunan, namun menyoroti proses komunikasi dan sosialisasi yang dinilai belum maksimal.

“Dalam perencanaan tata kota, bisa saja ada tahapan yang terlewat. Selama masih ada waktu, seharusnya bisa diperbaiki dan disosialisasikan kembali,” ujarnya.

Senada, Ketua RT 1 RW 12, Hendi Suryo Leksono menyampaikan bahwa meski wilayahnya tidak berbatasan langsung dengan lokasi tembok yang dipersoalkan, dampak polemik dirasakan oleh seluruh warga RW 12.

“Di RW 12 ada delapan RT. Yang berbatasan langsung memang RT 8, tapi dampaknya dirasakan semua warga,” jelas Hendi.

Ia berharap konflik yang hingga kini bergulir di ranah hukum tersebut dapat diselesaikan secara bijak.

“Penyelesaian tidak harus dimaknai sebagai setuju atau menolak secara mutlak, melainkan mencari jalan tengah yang dapat diterima bersama,” terangnya.

Hendi juga menyoroti terputusnya komunikasi antara warga dengan pihak kelurahan maupun instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Akibatnya, warga hanya menerima informasi secara sepihak dan tidak utuh.

“Pak RW sempat menyampaikan adanya tower di belakang dengan kapasitas mencapai ratusan ribu orang. Kalau memang ada, tentu mengganggu. Kami ingin mengetahui informasi yang benar langsung dari penjelasan resmi,” ujarnya.

Menurut Hendi, Kota Malang yang relatif tidak terlalu luas seharusnya memudahkan koordinasi antar pihak. Ia menilai informasi yang terlanjur beredar di masyarakat perlu segera diluruskan melalui komunikasi yang terbuka dan transparan.

Ia juga berharap adanya pertemuan langsung dengan pemilik lahan agar warga mendapatkan gambaran utuh mengenai rencana pembangunan ke depan. Terlebih, di sekitar lokasi terdapat sekolah yang berpotensi terdampak apabila kawasan tersebut nantinya dijadikan jalan umum.

“Warga tidak serta-merta menolak. Yang diminta itu dialog terbuka dan transparansi,” tegasnya.

Hendi menambahkan, sikap warga saat ini masih beragam, ada yang menolak, ada yang setuju, dan tidak sedikit pula yang masih bingung akibat minimnya informasi. Oleh karena itu, ia mendorong klarifikasi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan warga secara langsung, bukan hanya melalui perwakilan.

Situasi semakin sensitif setelah adanya laporan tembok di lokasi tersebut roboh secara paksa oleh oknum tertentu. Peristiwa itu membuat warga semakin berhati-hati dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, damai, dan berkeadilan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pengurus RT lainnya. Saat dikonfirmasi, Ketua RT 7 dan RW 8 belum memberikan respons. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

13 Februari 2026

...

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

12 Februari 2026

...

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

12 Februari 2026

...

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

12 Februari 2026

...

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

12 Februari 2026

...

Pembangunan Jembatan Permanen Sonokembang Dimulai, Bailey Bakal Ditutup Selama Empat Hari

Imbas Proyek Pembangunan Jembatan Permanen, Bailey Sonokembang Ditutup Sementara

11 Februari 2026

...

Pembangunan Jembatan Permanen Sonokembang Dimulai, Bailey Bakal Ditutup Selama Empat Hari

Pembangunan Jembatan Permanen Sonokembang Dimulai, Bailey Bakal Ditutup Selama Empat Hari

11 Februari 2026

...

Load More
Next Post
EMBA Run 2026, Komitmen EMBA Group Dorong Gaya Hidup Sehat di Kota Malang

EMBA Run 2026, Komitmen EMBA Group Dorong Gaya Hidup Sehat di Kota Malang

Insisiasi GSD, PAC PP Dampit Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal

Insisiasi GSD, PAC PP Dampit Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin