
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuka ruang komunikasi dengan komunitas skateboard terkait kebutuhan perbaikan fasilitas skatepark di kawasan Alun-alun Merdeka.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menanggapi aksi perbaikan mandiri yang dilakukan para skateboarder.
Raymond menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat revitalisasi Alun-alun Merdeka melalui dukungan Bank Jatim senilai Rp5 miliar hanya bersifat ringan. Menurutnya, pekerjaan saat itu lebih difokuskan pada pembenahan minor dan pengecatan, bukan renovasi menyeluruh terhadap lintasan skatepark.
“Pada saat revitalisasi yang didukung Bank Jatim, perbaikan yang dilakukan memang hanya perbaikan kecil, bukan perbaikan yang signifikan. Kegiatannya meliputi pengecatan, pembenahan alas, serta pengecatan pada bagian besi,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan, Pemkot Malang tidak mempermasalahkan apabila komunitas skateboard berinisiatif memperbaiki fasilitas tersebut. Namun, ia berharap ke depan terdapat koordinasi yang lebih baik agar perbaikan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat diakomodasi pemerintah.
“Kalau teman-teman komunitas bisa memperbaiki menjadi lebih baik, tentu tidak ada masalah. Hanya saja, ke depan perlu ada koordinasi sehingga bagian-bagian yang memang perlu diperbaiki sesuai kebutuhan pengguna dapat kita tindak lanjuti bersama,” katanya.

Raymond juga mempersilakan komunitas skateboard menyampaikan usulan perbaikan secara langsung kepada pemerintah. Menurutnya, para pengguna merupakan pihak yang paling memahami kondisi serta kebutuhan lintasan skatepark.
“Silakan disampaikan, karena yang paling memahami kondisi lintasan adalah teman-teman komunitas itu sendiri,” tuturnya.
Sebelumnya, aksi sejumlah skateboarder yang melakukan perbaikan mandiri pada fasilitas skatepark Alun-alun Merdeka Kota Malang menjadi perhatian publik. Merasa kondisi lintasan sudah mengalami kerusakan dan kurang aman digunakan, mereka berinisiatif melakukan perbaikan dengan dana swadaya.
Perbaikan dilakukan di sejumlah bagian lintasan yang berlubang dan retak ditambal guna mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengguna.
Para pegiat skateboard menilai kerusakan di beberapa titik lintasan berpotensi membahayakan, terutama saat digunakan untuk melakukan manuver dengan kecepatan tinggi. Karena belum ada perbaikan menyeluruh, mereka memilih menggalang dana secara mandiri dan melakukan perbaikan sebatas kemampuan yang dimiliki agar fasilitas tersebut tetap dapat digunakan untuk berlatih. (YD)












